ITS News

Selasa, 09 Agustus 2022
15 Maret 2005, 12:03

EMPAT BLOK BANTUAN ITS UNTUK ACEH

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Selasa (4/1) siang Rektorat ITS mengadakan serah terima dana bantuan untuk musibah di Aceh. ITS menyerahkan dana bantuan tersebut kepada Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF) yang diwakili oleh ketua pengurus yayasan tersebut, Prof Machmud Zakky MSc dan Bulan Sabit Merah (BSM) Surabaya yang di wakili oleh Didin.

Bantuan tersebut sebesar Rp. 160.061.950,- berupa uang tunai dan ditambah dengan 50 sen dolar Singapura. Dana tersebut merupakan gabungan dari BEM ITS dan dari tiap jurusan di ITS. "Dari BEM sekitar 60 juta dan dari Jurusan terkumpul sekitar 100 juta, sehingga berjumlah kurang lebih 160 juta," kata Rektor ITS. YDSF dan BSM dipilih ITS karena kredibilitas yang dimiliki oleh yayasan tersebut bukan karena relasi yang sudah ada.

Mohammad Nuh menjelaskan ada empat blok bantuan yang akan ITS kirim ke Aceh. Yang pertama berupa darurat. Blok ini berupa kesehatan, makanan, dan lain-lain. Serah terima bantuan dana ini termasuk blok darurat. Yang kedua berupa rehabilitasi, rekonstruksi, dan pemulihan. Biaya untuk blok yang kedua akan lebih besar dari blok darurat, "Tentunya perlu expertise (para ahli) dan dana untuk merekonstruksi Aceh setelah bencana ini," jelas Mohammad Nuh.

Para ahli yang dikirim adalah yang memang dibutuhkan. "Kami memiliki Teknik Sipil yang bisa membangun rumah, jalan, dan jembatan. Juga Teknik Elektro yang bisa memperbaiki jaringan listrik dan Teknik Lingkungan yang ahli memperbaiki kondisi air bersih dan lingkungan di wilayah tersebut." Jelasnya. Pengiriman bantuan blok ini akan bertahap. Tahap awal berupa 10 sampai 15 ahli dan pengembangan bangunan sederhana yang knockdown. Rencananya bangunan tersebut akan dikembangkan di Surabaya, lalu dibawa ke Aceh dengan bantuan TNI Angkatan Laut.

Yang ketiga berupa solusi bagi para mahasiswa ITS asal Aceh. Solusi ini berupa pembebasan biaya SPP dan tunjangan biaya hidup. "Untuk saat ini biaya hidup untuk mahasiswa Aceh sudah terkumpul untuk jangka waktu dua bulan," tambah Sekretaris YDSF ini.

Yang keempat berupa kerjasama dengan universitas Unsyiah. Kerjasama ini berupa pengiriman tenaga SDM dan penerimaan mahasiswa Unsyiah yang sudah sampai semester atas. Mohammad NUH mengatakan Bencana Tsunami di Aceh juga menelan korban SDM yang ada di Unsyiah. Ada enam dosen di Teknik Kimia yang meninggal akibat bencana tersebut.

Machmud Zakky mendukung kerjasama ini. Kerjasama ITS dan Unsyiah ini sudah dirintis beliau saat menjabat sebagai Rektor ITS di tahun 70-an yang berupa penerimaan mahasiswa tingkat I Unsyiah menjadi mahasiswa ITS dengan syarat menjadi Dosen Unsyiah setelah lulus nanti. Ketua pengurus YDSF ini sempat prihatin dengan kondisi SDM di Aceh. "Pada tahun 94 atau 95 diadakan Tes IPA oleh ITB, UI, IKIP Bandung, dan IKIP Jakarta. Aceh nomor 2 dari bawah. Sekarang SDM di Aceh sedang kosong. Yang terbaik adalah diisi oleh kita sendiri atau orang Aceh saja. Jangan sampai Aceh berubah julukannya Aceh harus tetap sebagai Serambi Mekkah." Jelas Machmud Zakky.

Dalam menutup sambutannya Prof Mohammad Nuh menitip pesan bahwa serah terima dan pemberian bantuan dana ini harus tetap dengan niat ikhlas. "Boleh saja menyumbang dengan tidak ikhlas. Tapi nilainya akan sangat kecil," tambahnya.(mac/bch)

Berita Terkait