ITS News

Sabtu, 01 Oktober 2022
15 Maret 2005, 12:03

Dr. Moh.Nuh ; Kontribusi ITS Harus Kontinyu

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Pak Nuh, panggilan akrab terhadap Dr. Ir.Mohammad Nuh, DEA, direktur poltek elka, merupakan sosok yang mudah bergaul dengan berbagai kalangan. Terlihat dengan penampilannya seperti orang kebayakan. Dan logat bicaranya yang kental dengan bahasa Surabaya."Ana opo rek, ada yang bisa bantu, "katanya saat ITS Online menemuinya pada pengukuhan Prof.Dr Suasmoro, kemarin(25/10).

Memang, beliau dilahirkan dan dibesarkan di kota pahlawan, tepatnya di daerah gunung anyar. Orang tuanya yang hanya sebagai petani. Tapi itu tak membuatnya minder untuk berhubungan dengan orang lain. Malahan beliau sering aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan di kampungnya. "Saya seringa ikut serta dalam kegiatan di kampung,"ujar dosen yang mempunyai putra satu ini

Kehidupan di kampung dan juga kondisi orang tuanya, membuat beliau sudah terbiasa dengan kehidupan yang penuh dengan berkerja keras. Prinsip inilah yang mulai beliau terapkan ketika mulai menginjak bangku sekolah. "Gaya kerja keras lah yang selama ini mempengaruhi kehidupan saya untuk terus melakukan yang terbaik ,"terangnya

Hingga pada tahun 1983 beliau dapat menyelesai pendidikan S1 dari jurusan elektro ITS. Dan menyelesaikan program pascasarjana serta doktoralnya di Universite Science et Technique du Languedoc, Montpellier Prancis pada tahun 1990."Hanya dengan bermodalkan kemauan dan tanpa putus asa saya bisa meraih semua itu,"tutur ketua ICMI jatim ini.

Berkaitan dengan dunia pendidikan, lanjutnya, beliau mempunyai pendirian bahwa instansi pendidikan menentukan maju atau mundurnya suatu negara.Kalau suatu instansi pendidikannya buruk maka negara itu akan menjadi terbelakang. Begitu juga sebaliknya kalau instansi pendidikanya bagus maka negara akan menjadi maju. "Jika kita melihat negera-negara maju, instansi pendidikannya begitu baik."jelas pria yang kini telah berusia 43 tahun ini.

Untuk itulah, beliau berharap agar ITS sebagai instansi pendidikan, yang memiliki potensi yang cukup besar, dapat berperan dan berkontribusi dalam masyarakat. Selama ini potensi-potensi itu berjalan sendiri-sendiri. Sehingga hanya sebagian kecil saja yang memiliki peran."Oleh karenanya, saya sebagai bagian kecil dari ITS mempunyai kewajiban untuk memanfaatkan potensi itu secara maksimal,"tegasnya.(rom)

Berita Terkait