ITS News

Senin, 04 Juli 2022
15 Maret 2005, 12:03

Dr. Amara, "Last Mei, Brantas River would have on line monitoring.&quot

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Sungai Brantas merupakan sungai dengan sistem terbesar di Jawa Timur digunakan oleh 16 juta orang baik aktif, dalam arti mengambil air dari Sungai Brantas, maupun pasif yaitu membuang air ke Sungai Brantas. Menurut Dr. Amara, diperlukan River Basin Management untuk mengelola Sungai Brantas supaya nantinya akan tetap dapat dimanfaatkan yaitu penggunaan air dan alokasinya, penyediaan air dan distribusi, keamanan makanan, proteksi banjir, keuntungan ekonpomi, kesehatan publik, dan dalam mengangkat derajat sosial. Apabila kesemuanya dilaksanakan maka banjir, polusi, erosi, persediaan air tanah, kehilangan air karena pertanian, serta kesehatan masyarakat akan stabil. Masyarakat tidak akan menanggung resiko kehidupan, properti, epidemi, maupun keracunan.

Sistem yang akan digunakan di Sungai Brantas dalam monitoring kualitas air yaitu off line dan on line dengan menggunakan teknologi yang terkini. Real time data akan digunakan dalam menetapkan strategi managemen sungai yang efektif.

Parameter yang digunakan dalam online monitoring adalah turbidity, pH, temperatur, conductivity, oxygen, amonia, dan phosphat. Ketika ditanyakan mengapa hanya parameter di atas untuk mengontrol sungai, doktor asli Sri Lanka yang berkewanegaraan Austria menjawab lugas, "See the signal to see The River." Kita bisa melihat ketika ada yang tidak beres dari Sungai Brantas ketika melihat kadar yang terpapar dalam online monitoring lebih dari biasanya. Untuk itu diperlukan off line system untuk sampling langsung mengecek Sungai Brantas, bila keadaan tidak wajar terjadi. "We have on line and off line system to monitor Brantas River," lanjut Dr.Amara.

Selain itu, Sungai Brantas melewati berbagai daerah tingkat II dengan kebijakan yang berbeda antara satu dengan lainnya. Hal itu juga menjadikan hal yang perlu dimusyawarahkan supaya tidak bersinggungan antara kepentingan satu dengan yang lain.

Konsep yang digunakan di Sungai Brantas berdasarkan Standar Terbuka dari:
-Teknologi yaitu arsitektur, multiplatform, Jawa.
-Design interfase yaitu suport, multimedia, dan graphical user interface.
-Services yaitu otentik, aman, dan administratif.
-Network yaitu klien menggunakan server www.
-Hydrological Information System yaitu DB (Relational, object oriented, distribusi), dan GIS yang terbuka.
-Integrated System yaitu aplikasi, management, dan komponennya.

Kuliah tamu dihadiri oleh sejumlah dosen senior Teknik Lingkungan Dr.Joni Hermana, Dr.Yulinah Trihadiningrum, Prof.Wahyono Hadi, dll. Acara ditutup oleh penyerahan cindera mata dari Jurusan Teknik Lingkungan diwakili Ketua Jurusan, Dr.Yulinah Trihadiningrum kepada Dr.Amara Gunatilaka. (li)

Berita Terkait