ITS News

Kamis, 18 Agustus 2022
15 Maret 2005, 12:03

Diwisuda Cumlaude, Buat Buku untuk Almamater

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Untung benar nasib Fandy Djayasaputra, meski belum diwisuda, sebuah perusahaan yang sebelumnya memberikan beasiswa sebesar sepuluh juta rupiah per-semester, telah menawarinya pekerjaan yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya di bidang teknologi informasi.

Tapi anak terakhir pasangan I Putu Chandra Djayasaputra dan Yeni Yulianti ini, tidak segera merespon tawaran itu. Bukan apa-apa, melainkan lebih pada keinginan besar untuk menyumbangkan sebuah buku kepada almamaternya.

"Saya masih menyiapkan untuk membuat buku kepada almamater saya, ITS, karena itu saya meminta tenggang waktu untuk bisa bergabung ke perusahaan itu mulai Juni 2005. Sekarang saya bersama dosen sedang menyusun buku yang menurut saya sangat fundamental untuk kemajuan di bidang teknologi informasi," kata Fandy.

Buku apa yang sedang disiapkan Fandy, wisudawan dari Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Informasi dengan predikat cumlaude, kelahiran Jember, 26 Februari 1983 ini? "Saya ingin membuat buku tentang pengenalan pola atau pattern recognition, sebuah buku dasar untuk mengantarkan seseorang yang ingin mendalami teknologi informasi lebih baik. Buku ini terbilang langka, karena itu saya bersama seorang dosen ingin membantu agar pemahaman tentang ilmu itu bisa lebih mudah untuk dimengerti oleh para mahasiswa," katanya.

Dikatakan pemilik indeks prestasi kumulatif 3,6 ini, di tingkat dunia, sepengetahuannya hanya ada dua buku yang terbilang cukup baik untuk dijadikan referensi. Namun sayangnya buku itu juga sangat sulit didapat. Karena itulah, ia ingin segera mewujudkan buku itu dalam bahasa Indonesia. "Kenapa buku jenis itu cukup langka? Sebagai ilmu yang terbilang sangat masif, saya pikir wajar jika tidak banyak yang berminat untuk membuatnya, karena itulah mata kuliah ini juga sering menjadi momok bagi para mahasiswa," kata peraih Juara III Lomba Mahasiswa Berprestasi tingkat ITS tahun 2004.

Tentang prestasi cumlaude-nya, Fandy hanya mengungkapkan dengan nada merendah, bahwa sesungguhnya tidak ada yang istimewa dari dirinya. "Sebetulnya jika dipikir-pikir dengan beasiswa yang cukup besar diterima tiap semester, saya eman kalau harus segera lulus, tapi saya juga ingin cepat bekerja dan mengenal dunia luar," katanya.

Atas alasan itu pulalah ketika masih kuliah, Fandy sempat bekerja bersama teman-temannya membuat beberapa software untuk kebutuhan perorangan. "Hasilnya cukup lumayan buat tambahan biaya membeli buku," kata Fandy yang punya hobi berlama-lama di depan internet untuk browsing ini.

Apa kiat belajarnya? "Saya hanya membiasakan dan menyempatkan diri untuk membaca minimal dua jam tiap hari tentang apa saja, tidak harus mata kuliah. Karena di jurusan saya, praktis belajar tiap hari manakala berhadapan dengan komputer dan internet," katanya. (Humas/rin)

Berita Terkait