ITS News

Sabtu, 02 Juli 2022
15 Maret 2005, 12:03

Ditetapkan, Lima Balon Rektor ITS

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Melalui pengambilan suara (voting) tertutup, akhirnya ditetapkan lima balon rektor.

Acara dimulai sekitar pukul 09.00. Dari 54 anggota senat, hanya 41 orang yang hadir. Panitia pemilihan rektor (6 orang) juga tampak di antara anggota senat. Karena dianggap memenuhi kuorum, penghitungan suara pun dilanjutkan. Hasilnya, dari 19 kandidat, tujuh orang berhasil mendapat suara besar dari para karyawan dan dosen.

Namun, karena ketentuan membatasi hanya lima orang yang bisa ditetapkan sebagai balon, senat lalu memutuskan menggelar voting tertutup. Mekanismenya, tiap anggota senat mendapat sebuah amplop yang berisi kertas kosong. Di kertas ini, senat menuliskan nama jagonya, maksimal lima nama. Lalu, dengan berurutan mereka memasukkan amplop ke kotak suara.

Setelah dilakukan penghitungan, didapatkan lima balon rektor hasil pilihan senat. Mereka adalah Dr Ir Mohammad Nuh DEA (34 suara), Prof Dr Ir Nadjadi Anwar MSc (28 suara), Prof Ir Happy Ratna Sumartinah MSc PhD (28 suara), Prof Ir Hadi Sutrisno (25 suara), Prof I Nyoman Sutantra MSc PhD (20 suara).

Panitia pemilihan rektor masih akan menyeleksi kelima orang ini dengan cara "mengadu" dalam debat publik pada 4 November mendatang. Dalam debat itu, tiap kandidat diwajibkan memaparkan misi-visinya jika terpilih sebagai rektor ITS.

Saat senat mengadakan penghitungan suara, aksi demo mahasiswa terjadi di luar gedung. Ratusan mahasiswa berasal dari BEM (badan eksekutif mahasiswa), LM (legislatif mahasiswa), HMJ (himpunan mahasiswa jurusan) menggelar orasi menolak mekanisme pemilihan rektor.

Mereka tetap menuntut agar proses penjaringan diulang dari awal dengan melibatkan semua komponen mahasiswa. Aksi demo ini dibarengi dengan drama teatrikal tentang birokrat kampus yang mengekang aspirasi mahasiswa.

Bendera di halaman rektorat diturunkan setengah tiang dan disambung dengan bendera hitam milik mahasiswa. Bendera itu bertuliskan Mahasiswa ITS berduka Cita Atas Matinya Demokrasi. Bahkan, mahasiswa juga membawa sebuah kurungan yang diisi dengan jaket almamater ITS. Kurungan ini lalu diserahkan kepada Ir Soemartojo, ketua panitia pemiihan rektor.

Menurut ketua LM Teknik Perkapalan M Andrian, kurungan berisi jaket almamater ITS itu merupakan simbol dari hak-hak dan aspirasi mahasiswa yang dikurung oleh kebijakan senat. "Di kampus ITS, demokrasi telah mati, yang ada hanyalah keputusan sepihak dari senat," ujarnya. (oni)

Berita Terkait