ITS News

Jumat, 12 Agustus 2022
15 Maret 2005, 12:03

Diterima PMDK, jika Juaranya Kelas Tiga

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Olimpiade Fisika ini merupakan rangkaian kegiatan dari pekan Fisika yang diadakan 30 Januari hingga 24 April 2005. Babak penyisihannya telah diadakan pada 30 Januari 2005 lalu serentak di 18 rayon se-Jawa Timur-Bali. Dari 22 tim yang lolos babak penyisihan, akan disaring kembali untuk mendapatkan juara I,II dan III. Mereka adalah hasil seleksi dari 335 tim yang ikut olimpiade. Namun, babak semifinal yang semula direncanakan akhirnya batal digelar. "Tidak ada semifinal, mereka langsung bertanding di final," ujar Agus Muhammad, koordinator acara Olimpiade Fisika.

Dikatakan Agus, Olimpiade yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Fisika ITS ini mengikuti standar Olimpiade Internasional 2005. "Tahun ini kan PBB mencanangkan tahun Fisika internasional," katanya kemudian. Sehingga, untuk soal yang diujikan di babak final ini 70 persen berupa teori, sedangkan sisanya berbentuk eksperimen. Kegiatan yang ditempatkan di Teater B ITS ini dinilai oleh delapan juri yang berpengalaman.

Mahasiswa Fisika angkatan 2002 ini menargetkan juara utamanya dari kelas satu atau dua SMA. "Jika juara I berasal dari dari kelas satu atau dua, kami akan merekomendasikannya untuk mengikuti training TOFI," tandasnya. TOFI yang dimaksud Agus ini adalah Training Olimpiade Fisika Indonesia yang akan diselenggarakan di Tangerang. Namun menariknya, bila juara tiga besar dari kelas tiga, mereka akan direkomendasikan untuk diterima PMDK tahun ini. "Tanpa syarat dan tentunya di jurusan Fisika," tegas Agus yang juga ketua panitia Pekan Fisika 2005.

Akhirnya, juara I diraih oleh SMA I Genteng Banyuwangi. Juara 2 dari SMA Sidayu Gresik. Sedangkan juara 3 dimenangkan oleh SMA 6 Surabaya. Ketiga tim yang beranggotakan dua orang itu akan memperoleh tropi, tabanas dan piagam. (th@/tov)

Berita Terkait