ITS News

Sabtu, 26 November 2022
15 Maret 2005, 12:03

Digagas, Atlantic Maritime, Challlenge Versi Indonesia

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

SURABAYA- Kontes yang akan diberi nama Tantangan Indonesia itu merupakan acara tahunan bagi pemuda dan mahasiswa di Indonesia untuk membuat kapal sekaligus mengawakinya.

"Kami telah menyampaikan usulan ini kepada Departemen Pendidikan Nasional dan mereka telah menyetujuinya," kata PR IV ITS Dr Ir Daniel M. Rosyid, di sela audiensi tim ITS dengan gubernur Imam Utomo, kemarin.

Menurut rencana, pada 28 Oktober mendatang, ITS akan mengumumkan lomba ini. "Pengumuman itu akan disampaikan bersamaan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda yang akan dibuka oleh Presiden RI," katanya. Sementara perlombaanya baru berlangsung 21-28 Oktober 2003 mendatang.

Mengapa harus menunggu satu tahun lagi? Menurut Daniel, waktu satu tahun itu memberi kesempatan kepada peserta untuk melakukan berbagai persiapan. Sedangkan pendaftarannya akan dilaksanakan pada November hingga Maret 2003.

Sedangkan Maret hingga September 2003, kata Daniel, waktu bagi peserta untuk membangun kapal yang akan dilombakan. "Dalam tahap ini panitia akan turun ke lokasi untuk melakukan pemantauan dan supervisi," katanya. Pemantauan tersebut sangat penting. Sebab, salah satu syarat peserta lomba adalah harus membangun sendiri seperti halnya Atlantic Maritime Challenge.

Perahu yang dilombakan itu adalah perahu kayu dayung-layar (row-sail) tradisional. Harus mampu menampung 10 orang dan panjang sekitar 12 meter.

Antara Maret-September 2003 itu pula, panitia akan memberikan pelatihan kepelautan kepada peserta. "Para calon peserta akan dilatih berbagai ketrampilan yang akan diperlombakan dalam kontes," katanya. Sedangkan ketrampilan yang dilombakan adalah navigasi, tali temali, lomba dayung, kekompakan gabungan, lomba tunda, lomba slalom, dayung dan layar, serta pemindahan muatan.

Untuk pelaksanaan Tantangan Indonesia pertama nanti, Surabaya ditunjuk menjadi tuan rumah. "Penunjukkan ini diilhami oleh prestasi yang berhasil diboyong oleh tim dari ITS itu," tegasnya. Untuk selanjutnya, lomba akan dilaksanakan secara bergilir pada 14 kota di Indonesia. Kota-kota tersebut adalah Sabang, Medan, Palembang, Jakarta, Semarang, Surabaya, Denpasar, Mataram, Banjarmasin, Samarinda, Makassar, Bitung, Ambon, dan Manokwari. (agt/ani)

Berita Terkait