ITS News

Senin, 08 Agustus 2022
15 Maret 2005, 12:03

Dibiayai Kakak, Lulus Cumlaude

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Wisudawan berpredikat cumlaude asal Rembang ini mengaku kalau ia bisa sesegera mungkin menyelesaikan kuliah karena tidak ingin terus menerus dibantu kakaknya. "Kalau bisa lulus 3,5 tahun kenapa saya haruis berlama-lama, kan kasihan kakak terus membantu karena dia juga sudah berkeluarga," kata anak ketiga dari tiga bersaudara pasangan almarhum Andi Tirta dengan Yuniarti ini.

Dikatakannya, sepeninggalan mendiang ayahnya, ia awalnya memang tidak tertarik untuk melanjutkan kuliah, tapi karena kakak-kakak memaksa dan sanggup membiayainya, maka dipilihlah kuliah di ITS sambil membantu pekerjaan kakak sebagai pedagang. "Itu saya lakukan karena saya tidak ingin begitu saja menerima bantuan, apalagi saya tahu persis kebutuhan keluarga kakak saya. Pertimbangan-pertimbangan itulah yang menyebabkan saya harus bisa menyelesaikan kuliah secepatnya," kata Lenny yang ia mengaku sejak semester II sempat memberikan privat kepada anak-anak TK hingga SMA untuk membantu mengatasi kebutuhan biaya kuliahnya.

Ia juga mengungkapkan, karena ingin segera lulus, saat menyelesaikan tugas akhir atau skripsi sempat ngebut dan bermalam di laboratorium untuk menyelesaikannya. "Karena keterbatasan fasilitas berupa komputer yang dimiliki saya terpaksa mengerjakan tugas akhir di kampus, dan itu dilakukan hingga harus bermalam di laboratorium. Untungnya saya menjadi asisten dosen, sehingga tidak kesulitan menggunakan fasilitas laboratorium di kampus," kata asisten dosen di Laboratorium Ergonomi dan Perancangan Sistem Kerja ini.

Tentang prestasi cumlaude-nya, gadis berkaca mata minus kelahiran Rembang, 17 September 1983 ini mengaku, dalam soal belajar sesungguhnya ia termasuk tipe mahasiswa yang jarang belajar. "Tapi ketika waktunya belajar menjelang ujian misalnya, saya harus benar-benar berkonsentrasi untuk itu dan tidak boleh ada yang mengganggu. Itu sebabnya saya lebih suka belajar menyendiri," kata Lenny yang bercita-cita bisa diterima menjadi dosen. (Humas/bch)

Berita Terkait