ITS News

Selasa, 05 Juli 2022
15 Maret 2005, 12:03

Dengan Otonomi Pusat Tidak Lagi Mendominasi

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

WE&T kembali mengadakan acara sensasional. Seminar Nasional yang diberi tema Menentukan Peran Kewirauhsahaan dalam Percaturan Otonomi Daerah menampilkan 4 pembicara, termasuk di dalamnya Fadel Muhammad, salah satu pengusaha nasional yang sukses.

WE&T mengadakan seminar ini karena memang dunia kewirausahaan yang kerap kali berhubungan dengan perekonomian menjadi suatu bentuk alternatif yang menarik dalam percaturan dunia usaha. Akan tetapi kebijakan otonomi daerah menunjukkan kesan yang tidak seragam dengan melihat beragamnya daerah dalam menyikapi proses otonomi di daerahnya masing-masing.

"Kami ingin mengangkat isu otonomi daerah sebagai suatu jawaban dalam perkembangan jaman sekaligus memberikan penjelasan seputar otonomi daerah serta kaitannya dengan industri dan kewirausahaan di masing-masing daerah," kata M. Fahmi Arief, ketua panitia seminar."Di samping itu kami juga mengharapkan dapat menemukan solusi bersama untuk menjawab tantangan di era globalisasi dan pasar bebas dan juga mengusahakan terciptanya wacana positif seputar otonomi daerah dalam hubungannya dengan dunia industri dan kewirausahaan," tambahnya.

Seminar yang digelar di Hotel Sahid tanggal 4 Nopember 2001 tersebut dimulai pukul 09:10 molor beberapa jam dari rencana semula (07:00, red) dikarenakan adanya kendala teknis. Tetapi hal tersebut tidak membuat motivasi peserta untuk mengikuti seminar menjadi menurun, mereka tetap antusias terhadap jalannya seminar tersebut.

Seminar kemudian dibuka dengan menghadirkan keynote speaker dari Deperindag Jatim, bapak Aslim Baharudin. Beliau memaparkan keberadaan otonomi daerah itu sendiri, dimana usaha kecil dan menengah (UKM) sepenuhnya di bawah pemerintahan daerah, pusat tidak lagi mendominasi kegiatan yang ada jadi daerah itu sendiri yang harus aktif dalam mambina UKM yang. Kemudian dilanjutkan dengan pembicara I, bapak H. Karjadi Mintaroem, dekan Fakultas Ekonomi Unair dengan mengklasifikasikan dua pelaku utama penentu suksesnya otonomi daerah, yakni :
1. Pemerintah daerah dengan peran sebagai fasilitator, dinamisator dan regulator hendaknya dapat membuat suatu paradigma baru untuk dapat menyelenggarakan pemerintah yang berdasarkan pada aspek akuntabilitas, transparansi, efektifitas dan efisiensi.
2. Masyarakat, dengan adanya peluang untuk berperan serta dalam proses pembangunan, sehingga dibutuhkan kemauan yang kuat untuk memberdayakan diri sendiri (jiwa entrepreneur yang tangguh, kreatif, inofatif dan berhasrat untuk maju).
Selanjutnya pembicara II, Bapak Bambang Wahyuono dari Kakanwil DepKop Jatim mengetengahkan Peran Usaha Kecil, Menengah dan Koperasi (UKMK) dalamPengembangan Potensi Wilayah di Era Otonomi Daerah.

Suasana demikian memanas saat pembicara ketiga, Fadel Muhammad menyampaikan paparannya. Fadel hanya memberikan kunci-kunci sukses dalam berwiraswasta. Antusiasme para peserta terlihat jelas saat dibuka session tanya jawab, dan banyak dari pertanyaan yang ada ditujukan pada bapak Fadel Muhammad.(yud/li)

Berita Terkait