ITS News

Rabu, 29 Juni 2022
15 Maret 2005, 12:03

Demo, Penghitungan Suara

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Tragedi pecahnya kaca depan rektorat setahun yang lalu karena demo SK rector mengenai pelarangan pengkaderan hampir terulang lagi.Akan tetapi penyebab demo yang siang kemarin adalah aksi demo terhadap proses penghitungan suara akhir penentuan 5 besar calon rektor dari "suara" dosen serta mahasiswa.

Aksi demo yang diawali dengan aksi keliling kampus pusat ITS guna mencari dukungan dari kalangan mahasiswa hanya diikuti oleh lebih dari 75 orang saja.Aksi yang dikomandoi oleh Masnun dari Fisika dan M.Kadhafi dari T.Kelautan ini berlangsung selama kurang lebih 2 jam saja.

Kedua orang tersebut berasal dari LM (legislatif mahasiswa)ITS serta BEM ITS.Hadir juga pada aksi itu Presiden BEM ITS yaitu Nugroho F. Pada saat yang bersamaan di dalam gedung rektorat tepatnya ruang sidang senat ITS sedang berlangsung proses penghitungan suara terakhir dari suara dosen dan mahasiswa.

Pada aksi tersebut komponen mahasiswa menuntut proses pemilihan rektor yang sedang berlangsung tersebut harus dihentikan karena tidak tranparan .Sebenarnya tuntutan tersebut hampir sama dengan tuntutan awal BEM dan LM saat proses kampanye rektor berlangsung beberapa hari yang lalu.

Untung saja pada saat mahasiswa hendak menerobos masuk kedalam rektorat pihak perwakilan senat keluar untuk menenangkan elemen mahasiswa tersebut. Prof.Mahmud Zaki,M.Sc. dan Dr.I Nyoman Sutantra perwakilan dari senat serta Daniel M.Rosyid,Ph.D berserta Ir.H.Soemartojo yaitu PR IV dan PR III ITS juga hadir siang itu.

Pihak senat tetap berkeyakinan untuk meneruskan proses serta menampung semua aspirasi mahasiswa ."Kita tampung semua saran anda!"ujar Prof.Mahmud Zaki,M.Sc dengan disertai riuhan cemoohan dan umpatan.

Puncak kejengkelan mahasiswa siang itu ditandai dengan diserahkannya kurungan yang telah diberi jas almamater ITS kepada senat ITS didalam rektorat.M.Kadhafi sendiri yang memaksa masuk kedalam rektorat sebagai perwakilan dari elemen mahasiswa dan menyerahkan kurungan jas tersebut kepada senat ITS."Kita tetap Fight meskipun gagal siang ini"ujar Nugroho F. saat ditemui disela-sela demonya.Pada demo siang itu juga digelar aksi dari Teater Tiyang Alit yang mengangkat tema "Penjajahan Birokrat".

Pihak senat tak banyak komentar siang itu serta adanya pembatasan ruang gerak pers untuk meliput sidang senat secara langsung.Posisi terkuat calon rektor tetap dipegang Dr.M.Nuh,DEA (34 suara) yang saat ini masih menjabat sebagai direktur PENS (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya) ITS.Sedangkan untuk posisi kedua diduduki oleh Prof.Ir.Nadjaji Anwar Ph.D (28 suara), Prof.Ir. Happy Ratna Sumartinah,MSc.,PhD (28 suara), Prof.Ir. Hadi Sutrisno (25 suara), dan Prof.Ir. I Nyoman Sutantra,MSc.,Ph.D (20 suara).

Meski kalangan mahasiswa memboikot proses pemilihan rektor. Namun, ada satu HMJ ITS yang tetap setuju dengan jalannya proses pemilihan rektor tersebut. HMJ Fisika berdasarkan pengamatan ITS Online Selasa(16/10) kemarin yang melakukan pencoblosan. Pengumpulan suara ini kemudian dimasukkan dalam perhitungan suara dari kalangan dosen.

Dalam presidium HMJ yang digelar BEM Senin (15/10) kemarin HMJ Fisika tetap bersikeras untuk memfasilitasi pemilihan rektor tersebut.Terbongkarnya "kebandelan" dan beraninya HMJ satu ini mengambil langkah yang berseberangan dengan BEM dan LM ITS dengan ditemukannya kopi surat kesediaan HMJ Fisika untuk memfasilitasi proses tersebut yang ditujukan ke PR III ITS dan Senat ITS.Surat tersebut ditandatangani oleh Syamsul Arifin selaku Kahima HIMASIKA(Himpunan Mahasiswa Fisika) ITS yang baru saja terpilih.(Blh/rom)

Berita Terkait