ITS News

Minggu, 14 Agustus 2022
15 Maret 2005, 12:03

Delapan Tim Lolos Kontes Robot Indonesia

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya meoloskan 8 tim robot untuk mengikuti Kontes Robot Indonesia (KRI). Kontes Cerdas Robot Indonesia (KCRI) 2005 ini bakal digelar pada pertengahan Mei 2005 di Jakarta.

Jumat (4/2) siang, Rektor ITS, Prof Dr Ir Mohammad Nuh DEA, mengumpulkan kedelapan tim dan para pembimbingnya untuk menyusun strategi agar bisa lolos pada tahap berikutnya. "Kedelapan tim ini baru lolos pada tahap pembuatan proposal. Tapi kami berharap mereka bisa lolos hingga pelaksanaan kontes, karena itu ITS berinisatif mengumpulkan mereka," katanya.

Kedelapan tim robot itu masing-masing empat robot untuk KRI dan sisanya untuk KCRI. Robot KRI terdiri atas Bharabudhara dan RAY-VA dari Jurusan Teknik Elektro, The Anchor dari Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) ITS serta ASKAF I dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ITS. Sedangkan robot KRCI terdiri atas Trade Stone (PPNS), IR-HEX 2 dan I-Robot (Teknik Elektro), serta PENSA Mobile (PENS).

Seperti tahun sebelumnya, pelaksanaan kontes robot tahun ini dibagi dalam dua kegiatan kontes. Yang pertama untuk KRI, dimana pemenangnya akan mewakili Indonesia ke Bejing dalam acara Kontes Robot Internasional pada Agustus 2005. Dan yang kedua adalah KRCI 2004.

Dua penyelenggaraan itu akan digelar bersamaan. Pembeda kedua kegiatan ini terletak pada aturan main. KRI lebih bersifat game atau permainan yang aturannya mengadopsi dari Kontes Robot Internasional yang akan di gelar di Bejing, sedang KRCI lebih menekankan pada tingkat kecerdasan robot yang diadopsi dari lomba robot di Amerika Serikat.

KRI tahun ini mengambil tema Menggapai Puncak Borobudur Nyalakan Api Perdamaian yang diadopsi dari tema besar yang dipilih penyelenggara Robocon di Bejing, Climb on to the Great Wall.

Dalam sebuah kontes, termasuk kontes robot faktor yang menentukan bukan soal canggih-canggihan, tetapi bagaimana tim bisa mengatur strategi didalam pertandingan yang dipadukan pula dengan aspek keindahan atau art. "Karena itu saya sarankan janganlah memulai dari nol, tetapi mulai dari teknik yang sudah dikuasai kemudian diadopsi, dan mintalah petunjuk dari mereka-mereka yang memang menguasai," kata Nuh.

Nuh juga mengungkapkan, ITS berharap tahun ini juga bisa kembali menggondol juara kontes robot yang memang sudah menjadi icon ITS selama ini. "Atas dasar itulah maka lawan yang kita hadapi bukan sesama tim dari ITS, melainkan tim-tim dari luar ITS. Kalau pun sesama ITS bertemu dalam sebuah hasil undian, maka itulah fakta yang harus dihadapi," katanya. Karena itu ia mengharapkan agar sesama tim ITS bisa bekerja sama untuk hal-hal yang sifatnya umum dan saling memberi info terhadap perkembangan-perkembangan yang berkait dengan kontes robot ini.

Sebanyak 52 tim pada tahap awal telah dinyatakan lolos dalam KRI dan dari Jatim meloloskan 15 tim. Dari 52 tim tersebut nanti akan dipilih 32 tim yang akan mengtikuti kontes robot di Jakarta. Sedang untuk KCRI Jatim meloloskan 13 tim dari 41 tim yang dinyatakan lolos untuk tiga kategori masing-masing Robot Beroda, Robot Berkaki dan Robot Expert.

Pihak panitia mentargetkan untuk KCRI tahun ini diikuti sedikitnya oleh 20 tim, dengan tema Robot Cerdas Pemadam Api, sama persis dengan tema penyelenggaraan tahun lalu. (Humas/rin)

Berita Terkait