ITS News

Jumat, 30 September 2022
15 Maret 2005, 12:03

Dari G-spot Sampai Menopause

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Kalau ITS sarat dengan kegiatan berbau teknologi itu bisa jadi salah. Buktinya, selama sehari Graha ITS diisi oleh ibu-ibu yang berkonsultasi masalah seks. Acara yang menghadirkan Dr. Hudi Winarso, Sp.Un. sebagai nara sumber menjadi menarik. Berbagai pertanyaan dilontarkan para ibu Dharma Wanita ITS seputar masalah seksual dan kesehatan wanita.

"Gimana Dok, mana sih yang lebih hot, G-spot atau klitoris," tanya seorang ibu. Spontan saja suasana jadi gerrr. "Kegiatan seksual diarahkan sebagai perwujudan rasa cinta," jelas Dr. Hudi menjawab. Menurutnya, hubungan seksual merupakan bentuk perwujudan cinta dan salah satu upaya menjaga keharmonisan dalam rumah tangga. "Jadi seks itu fungsinya banyak," tukas dokter yang pakar dalam bidang seks ini.

Wanita, diamini Dr. Hudi, banyak sekali memiliki daerah rangsangan seksual. Di antaranya, daerah leher dan buah dada. Jika semua daerah seksual dirangsang secara perlahan maka akan menimbulkan rangsangan yang imajinatif dan nikmat. Dengan melakukan hubungan seks secara perlahan maka wanita tentu saja dapat meraih orgasme. "Harus sabar dan perlu waktu untuk bersama," jelasnya meyakinkan.

Tak hanya itu saja, acara khusus kaum hawa ini juga membahas berbagai mitos seputar hubungan seksual. Beragam mitos dipaparkan dan langsung dijawab Dr. Hudi. Contohnya masalah posisi seks. "Apa benar posisi seks bisa menentukan jenis kelamin anak," tanya ibu lainnya. Dr. Hudi langsung membantah. Menurutnya, teknik maupun posisi seksual tidak akan mempengaruhi jenis kelamin anak mereka kelak. Masalah jenis kelamin merupakan anugerah Tuhan, dan manusia tidak bisa mengintervensi hak tersebut. "Posisi itu hanya masalah variasi saja," ungkapnya.

Ketika membahas menopause, Dr. Hudi meyakinkan bahwa menopause merupakan sesuatu yang harus ditanggapi positif. "Dengan begitu hidup ini jadi lebih nyaman," tegasnya. Menurutnya, masa menopause merupakan masa puncak wanita dalam karier dan melepas diri dari masalah neyeri pada saat haid.

Walaupun begitu, Dr. Hudi memberikan tips untuk memperlambat proses menopause. Diantaranya dengan menjaga kondisi tubuh dan mengendalikan makanan yang sehat dan higienis. Selain itu menjaga emosi yang stabil juga dapat memperlambat masa menopause. "Makanya jangan sering terlalu marah," saran Dr. Hudi.(ryo/bch)

Berita Terkait