ITS News

Senin, 15 Agustus 2022
15 Maret 2005, 12:03

Charity Cup: Ajang Olah Raga Sambil Jalin ukhuwah

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Meski sempat diundur beberapa hari akibat cuaca dan kondisi lapangan, akhirnya Senin sore (6/12), even kompetisi sepak bola bertajuk Charity Cup: sport, entertaintment, dan solidarity yang digelar UKM Sepak bola ITS (UKM SB) resmi digulirkan. Menurut rencana awal, pembukaan even ini akan diselenggarakan pada hari Jum’at (2/12) lalu. "Diundur, karena cuaca hujan maka berpengaruh pada kondisi lapangan stadion kita yang becek. Kalau tetap dipakai, sayang lapangannya nanti rusak," jelas Imam Zakaria, ketua panitia even ini.

Disebutkan Ir Djauhar Manfaat MSc PhD dalam sambutannya mewakili PR III disela-sela istirahat laga perdana Charity Cup antara FTSP melawan FTK. Pertandingan antar dua fakultas tersebut juga sebagai simbol resmi dibukanya keseluruhan rangkaian pertandingan. "Even ini memiliki tiga tujuan, pertama untuk mengisi program kepengurusan UKM sepak bola yang baru, kedua menggalang bibit unggul pemain, dan juga sebagai ajang silaturahmi institut," ujar dosen Teknik Perkapalan ini.

Sebagai ajang untuk menggalang bibit unggul. Dimaksudkannya, dalam Charity Cup ini nantinya akan terlihat pemain-pemain sepak bola ITS yang berpotensi. "Sehingga, kita dapat mengumpulkan mereka jadi satu tim yang solid," kata pembina UKM SB ini. Di akhir sambutannya Djauhar berpesan agar peserta maupun simpatisan menjaga sportivitas dan fair play. "Menang kalah itu nomor lima ribu, yang penting silaturahmi dan ukhuwahnya," kata Djauhar disambut tepuk peserta dan penonton di stadion.

Memang dapat dikatakan sebagai kompetisi sepak bola yang meriah dan hangat. Hal itu tampak di pertandingan perdana kemarin. Antara FTK dan FTSP, tak jarang terlihat penonton yang memberi support kepada timnya yang sedang bertanding dengan atraktif, seperti beberapa suporter FTSP yang membuat gerakan ombak. Keadaan tetap hangat sampai akhir pertandingan dengan kemenangan FTK atas FTSP (5-2).

Konsep awal adalah Rektor Cup
Mengenai konsep awal dari kompetisi ini disebutkan oleh Imam adalah memperebutkan piala Rektor. "Tapi setelah dikonsultasikan ke pembina, ternyata harus diubah menjadi Charity Cup karena khawatir timbul kerancuan terhadap rektor mengingat belum lama UPT FASOR juga mengadakan Cektor Cup," jelas imam yang berstatus mahasiswa Jurusan Geodesi angkatan 2002.

Memang belum lama, tepatnya bulan Juli yang lalu UPT Fasor (Fasilitas Olahraga) mengadakan kompetisi sepak bola Rektor Cup yang bertajuk sport dan promo. Namun, pada kompetisi lalu hanya diperuntukkan bagi para tim pengguna rutin lapangan dan beberapa tim civitas ITS. Sedangkan pada Charity Cup kali ini UKM SB ingin merujuk kepada Rektor Cup yang terdahulu (1993) yaitu pertandingan antar Fakultas di ITS, bahkan pada even ini mereka memiliki target jangka panjang yaitu dengan menyertakan tim UKM SB sendiri dalam kompetisi. "Kalau sekarang banyak anggota UKM SB yang bermain untuk fakultas, dan menjadi pembangkit tim di fakultasnya. Apabila program ini sudah rutin berjalan tentunya Fakultas akan dapat membentuk tim sendiri dan anggota kita bisa bermain sebagai tim UKM SB," kata Imam.

Mengenai sistem pertandingan, Charity Cup memakai sistem setengah kompetisi. Sistem setengah kompetisi ini dibagi dua pool dan setiap pool terdiri dari beberapa tim yang akan mendapat jatah berhadapan satu sama lain. Diawal rencana, Imam menarget delapan tim yang akan turut serta memeriahkan kompetisi ini, namun kenyataannya hanya enam tim yang siap. Pada pool pertama terdiri dari tim FTSP, FTK dan tim FTIf. Lalu pada pool kedua terdiri dari FTI, tim Dosen-Karyawan ITS dan Tim Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS). Pada even kali ini penonton tidak dikenakan biaya tiket dengan kata lain gratis. "Itu dikarenakan prinsip kita, ramai dan semarak," kata Imam sambil tersenyum.(asa/sep)

Berita Terkait