ITS News

Jumat, 27 Januari 2023
15 Maret 2005, 12:03

Bisnis TI Poltek ITS raup Rp 1 M

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Surabaya, Surya –
Politeknik Elektro Negeri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (Poltek ITS), misalnya, kini menseriusi bisnis teknologi informasi, (TI) dengan mendirikan software house. Dari bisnis ini mereka meraih omzet sampai Rp 1 miliar per tahun.

Direktur Poltek ITS, DR Ir Mohammad Nuh, DEA mengatakan, perangkat lunak yang diproduksi dan sudah dipasarkan secara komersial adalah software sistem informasi manajemen rumah sakit. Aplikasi ini memudahkan manajemen rumah sakit dalam mengelola inventory obat-obatan, data karyawan, hingga pasien. Klien yang sudah memanfaatkan adalah Rumah Sakit Islam Surabaya dan beberapa rumah sakit di daerah.

Baru-baru ini, mereka juga mengerjakan proyek digitalisasi mesin penghitung BBM untuk SPBU, merek Tatsuno dari prinsipal Jepang. "Dengan kemampuan kami, pengusaha SPBU tidak perlu lagi bergantung pada principal di Jepang untuk melakukan digitalisasi mesin penghitung dari sistem analog," jelas Nuh menjawab Surya di kantornya, Selasa (8/10).

Ke depan, proyek digitalisasi SPBU akan dikembangkan lagi menjadi sistem paycard seperti SPBU di luar negeri, dimana pelanggan bisa melakukan pengisian BBM secara mandiri tanpa bantuan operator.

Dari bisnis ini, software house Poltek ITS mampu meraup omzet rata-rata Rp 750 juta sampai Rp 1 miliar per tahun. "Itu omzet tahunan yang kami peroleh selama tiga tahun terakhir beroperasi," paparnya.

Nuh menjelaskan, masuknya Poltek ITS terjun di bisnis TI sebenarnya dimaksudkan untuk memperoleh sumber pemasukan mandiri guna mendukung operasional kegiatan perkuliahan di kampus yang memang membutuhkan biaya besar.

"Mengandalkan dukungan pemerintah tidak mencukupi. Kita punya kemampuan riset di bidang teknologi informasi sangat bagus dengan SDM berlimpah. Apa salahnya kita terjun di bisnis ini," tandasnya.

Vendor kampus lain

Selain melayani klien korporat, software house yang didukung 93 staf pengajar, juga menjadi pemasok (vendor) peralatan praktikum mahasiswa pada institusi politeknik melalui metode replikasi modul. Diantaranya peralatan rangkaian motor listrik, rangkaian digital, micro controller, dan rangkaian transmisi komunikasi data. Poltek PT Caltex di Riau, salah satu pelanggan mereka.

"Kami sebenarnya juga sedang mengerjakan proyek pembuatan software untuk perbankan dengan merancang sistem paycard (kartu bayar) yang terstandarisasi seperti fungsi kartu ATM. Dalam waktu dekat, aplikasi software ini sudah bisa kita implementasikan," katanya.

Poltek ITS kini juga mengincar proyek otomatisasi sistem kontrol traffic light di Surabaya. "Kita sebenarnya sudah menguasai software-nya. Selama ini kita masih bergantung pada Spanyol sebagai pemegang lisensinya," jelas Mohammad Nuh. (fin)

50 Perusahaan member SMS Stikom

Kalau Poltek Elektro ITS mampu jualan software, Sekolah Tinggi Informatika dan komputer (Stikom) justru memilih jualan sumber daya manusia (SDM). Sejak tiga tahun lalu, mereka mendirikan sistem informasi SDM di bidang TI yang disebut Skill Management System (SMS).

Pendirian SMS ini, menurut James F Tomasouw, Pembantu Ketua (Puket) IV Stikom, dimaksudkan untuk menjembatani kebutuhan sektor industri terhadap SDM TI. Hingga kini tercatat ada 50 perusahaan lebih, multinasional dan lokal, yang menjadi member SMS Stikom.

Setiap bulan, rata-rata ada 30 perusahaan yang mengajukan order SDM ke SMS, baik melalui e-mail, atau datang langsung ke kampus.

Berapa biaya yang dikenakan kepada setiap perusahaan yang menggunakan jasa SMS? "Sepenuhnya free. Untuk sementara kami tidak mengenakan biaya apa pun kepada perusahaan klien, baik yang masih mencari atau mereka yang sudah menemukan SDM dari mahasiswa atau alumni kami yang terdaftar di database kami," ungkap Endang Widyastuti, Humas Stikom kepada Surya, Selasa (9/10).

Perusahaan yang berminat, ujar Endang, cukup melakukan registrasi. Oleh Stikom, mereka diberi PIN (personal identification number) dan password untuk kemudian dipakai dan dinotifikasi oleh software yang tersambungkan dengan database Stikom. Menurut Endang, rata-rata setiap perusahaan membutuhkan antara 4 sampai 5 tenaga TI dari Stikom. Panasonic Gobel adalah salah satu perusahaan multinasional yang jadi pelanggannya.

Untuk mendukung tuntutan kebutuhan perusahaan klien, setiap saat, mahasiswa atau alumni yang sudah menjadi member SMS bisa melakukan updating data curriculum vitae, sesuai pencapaian skill di bidang TI yang mereka miliki.

"Mereka bisa mengelola langsung personal skill-set masing-masing melalui skill panel SMS. "Perusahaan peminat jadi lebih mudah menemukan SDM yang sesuai dengan kualifikasi kebutuhan mereka," paparnya.

Pada database SMS yang dioperasikan sejak 2000 lalu, terpasang perangkat software yang disebut IT Skill Search Engine Utilitas. Perangkat ini yang membantu perusahaan mencari SDM TI dengan klasifikasi tertentu sesuai kebutuhan pasar kerja. Sistem operasi kerjanya, klien tinggal mengisi check box untuk klasifikasi keahlian IT. (fin)

Berita Terkait