ITS News

Kamis, 07 Juli 2022
15 Maret 2005, 12:03

Bermodal Semangat Yunani, ITS Lepas Tim ke Pimnas

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Semangat Yunani yang dimaksud Jazidie adalah bagaimana para mahasiswa yang berangkat ke Pimnas itu dapat membawa penghargaan meski mungkin tidak diperhitungkan oleh perguruan tinggi lain. "Tim ITS bisa memungut pelajaran dari Yunani yang tidak diperhitungkan ternyata mampu membawa pulang Piala Eropa. Demikian juga dengan kesebelasan Indonesia yang berhasil mengalahkan Qatar. ITS punya semangat itu didalam mengikuti Pimnas tahun ini," kata Jazidie membakar semangat para mahasiswanya.

ITS dalam Pimnas yang berlangung mulai 22-24 Juli di Bandung itu akan mengikutsertakan berbagai karya mahasiswa untuk dipamerkan, antara lain display serba guna, mesin penjual koran, miniatur program kereta api, sepeda motor ber-AC, mesin pemotong otomatis, robot kendali jauh, robot berkaki dan pemotong gabus otomatis. "Semua karya mahasiswa yang kami bawa merupakan karya yang pernah dipamerkan saat Pekan Ilmiah Mahasiswa ITS beberapa waktu lalu. Kami memilihnya kemudian yang terbaik kami ikutsertakan di Pimnas," kata mantan Ketua Jurusan Teknik Elektro ini.

Sedang bidang yang diikuti tim Pimnas ITS dalam berbagai lomba yang digelar panitia antara lain program kreativitas mahasiswa bidang pendidikan dan terapan, lomba karya tulis mahasiswa, fotografi, desain web, karikatur dan lainnya. "Jumlah total mahasiswa yang ikut dalam tim Pimnas ITS sebanyak 56 mahasiswa dan 13 orang dosen.

Tahun sebelumnya kami memang tidak memperoleh penghargaan, tapi tahun ini kami membawa semangat Yunani," kata Jazidie memotivasi para mahasiswa. Pembantu Rektor III juga menambahkan, rasa kebanggan terhadap almamater bukan dibina dari doktrin, melainkan dari pencapaian prestasi. "Dari situlah kebersamaan sejati akan dicapai," ujarnya.

ALTERNATIF PENDANAAN
Ditemui terpisah, salah satu tim yang tergabung dalam Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM) bidang Iptek, Alief Wikarta menjelaskan, keikutsertaannya pada LKTM dalam Pimnas akan mengetengahkan karya tentang pengembangan laboratorium riset sebagai alternatif pembiayaan bagi Perguruan Tinggi Berbadan Hukum Milik Negara (PTBHMN). "Saya akan menyampaikan pemikiran sebuah PTBHMN dapat mencari alternatif pembiayaan dari laboratorium riset yang dimiliki dengan bekerja sama antara industri sebagai lembaga yang membutuhkan hasil riset dengan perguruan tinggi yang memiliki fasilitas laboratorium dan pemerintah yang berperan memberi subsidi pembiayaan disebuah laboratorium riset," katanya.

Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin tahun 2000 ini tidak sepakat dengan pola-pola penggalian dana melalui pembukaan jalur-jalur khusus yang dilakukan oleh beberepa perguruan tinggi. "Ini sangat bertentangan sekali dengan kondisi perekonimian kebanyakan masyarakat kita. Kalau ini diteruskan, maka yang akan kuliah hanya mereka yang memiliki cukup dana saja. Itulah sebabnya saya memberi alternatif pemikiran perguruan tinggi harus dapat mencari sumber dana dari laboratorium yang memang sudah dimiliki," katanya.
(Humas, 20 Juli 2004)

Berita Terkait