ITS News

Rabu, 28 September 2022
15 Maret 2005, 12:03

Berlatih, Kunci Sukses Presenter

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Presentasi merupakan momok bagi sebagian orang. Apalagi bagi mahasiswa yang sidang Tugas Akhir (TA). Padahal kalau kita mau berlatih, presentasi akan jadi barang yang biasa bagi kita. Demikian ditegaskan Budi Utomo, kepala SAC di Pelatihan Karya Ilmiah, T. Sipil, kemarin (16/11).

Menurut dosen T. Mesin ini, latihan dapat dilakukan sendiri ataupun dibantu mentor. Seperti mahasiswa yang dibimbingnya. Sebelum sidang TA, mereka harus sudah mempresentasikan makalahnya ke teman sendiri, dan temannya itu yang akan mengevaluasi penampilannya. "Bahkan ada yang menemukan si presenter mengucapkan "anu" ratusan kali," cerita Budi. "Kalau setiap ucapan itu makan waktu lima detik, berapa menit waktu yang telah terbuang hanya karena kata 'anu'," tambah bapak berkacamata ini. Dengan adanya latihan, presenter tahu mana yang harus diperbaiki dan apa yang harus ditingkatkan.

Memposisikan diri bukan sebagai terdakwa dan menganggap semua yang di ruangan adalah kolega."Itu merupakan solusi mengatasi minder," jelas Budi menanggapi pertanyaan dari peserta mengenai cara mengatasi minder.

Selain itu 'ice breaking' perlu disisipkan sebelum memulai presentasi. "Ice breaking penting supaya suasana bisa rileks,' terang Budi. Ini dikarenakan fungsi dari ice breaking adalah mendobrak kebekuan antara penyaji (presenter-red) dengan audience. Budi menambahkan, ice breking sebaiknya tidak disisipkan di tengah presentasi karena akan mengganggu alur berpikir. "Sebaiknya, ice breaking disisipkan di awal presentasi," ujarnya.

Pada waktu pelaksanaan presentasi, ada empat hal yang harus dilakukan presenter agar presentasi sukses. Yang pertama berusaha menguasai audience. "Ini bisa dilakukan dengan ice breaking tadi," jelasnya. Selain ice breaking, audience dapat dikuasai lewat mimik, penampilan dan ruangan. Kedua dengan tidak membaca manuskrip, namun harus tetap diusahakan berdialog dengan audience. Selanjutnya dengan menggunakan alat bantu yang dapat memfokuskan perhatian audience pada isi presensi. Dan yang terakhir dengan menguasai intonasi suara. "Dan keempat hal itu akan diperoleh secara maksimal melalui latihan, terutama bagaimana cara menguasai audience," tegas Budi.
(rin/Lin)

Berita Terkait