ITS News

Sabtu, 25 Juni 2022
15 Maret 2005, 12:03

Belajarlah dari Singapura!

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Singapura, sebuah negara pulau kecil yang merdeka labih muda dari Indonesia,tetapi negara pulau tersebut mampu mencengangkan dunia. Era Singapura yang berbasis pada industri manufaktur telah tergusur perlahan. Singapura baru telah berbasis industri dengan modal riset dan teknologi tinggi. Sains dan teknologi menjadi ujung tombak negara kecil tersebut untuk meraih GNP yang hampir menyamai Brunei Darussalam. Padahal negeri itu tidak mempunyai sumber daya alam yang signifikan seperti Indonesia ataupun Brunei.

Perubahan yang terjadi tidak terlepas atas kebijakan politik pembangunan dan ekonomi singapura yang melihat bahwa Sains dan Teknologi akan menjadi sumber uang masa depannya.Kebangkitan Singapura dapat ditilik dari:
1.Diundangnya seorang ahli Kloning dunia asal Inggris yang telah sukses mengkloning domba Dolly untuk bekerja di Sinagupra bersama-sama dengan 4 ilmuwan kelas Dunia diantara lain dari seorang Proffesor dari Jepang yang ahli dalam virus,seorang Proffesor dari Inggris yang ahli kanker dan bekerja pada Internasional Cancer Research,seorang pakar teknologi Informasi asal USA dan seorang ahli dalam nano teknologi.
2.Pendirian kompleks BIOPOLIS dimana seluas 14.000 hektar yang akan berdiri beberapa laboraorium wahid kelas dunia.
3.Didirikannya NORTPOLE atuapun lazim ONEPOLE yang akan berfungsi mirip lembah Silikonnya USA ataupun bisa dibayangkan 20 kali lebih besar dari BaliCamp(Roy Suryo ,Pakar Multimedia UGM).

Kebijakan yang telah diambil para politisi Singapura yaitu:
1.Mengurangi porsi mahasiswa untuk selalu berpolitik meskipun berpolitik itu penting dan harus tetapi mereka berpikir bahwa rakyat tidak bisa dihidupi dari retorika politik mahasiswa saja dimasa depannya.Alasan tersebut memang rasional sebab rata-rata penduduk Sinagapura kaya-kaya dan sistem pemerintahanpun stabil.
2.Tidak menggunakan kampus sebagai alat pembenaran rezim.
3.Mengubah Orientasi pasar Singapura yang berbasis manufaktur ke R&D.
4.Kucuran dana 14 miliar USD untuk pengembangan iptek.
5.Posisi tawar Ilmuwan yang sangat tinggi dinegeri itu hingga menyamai kedudukan seorang Dirjen.Lebih baik melepaskan seorang Dirjen daripada melepaskan seorang Ilmuwan.Penemuan dari seorang Ilmuwan berharga jutaan USD,bisa dibayangkan jika ada 14.000 ilmuwan kualifikasi dunia ada di Singapura.
6.Terjaminnya HAKI
(Radio Internasional Singapura Iptek News tanggal21 Mei 2002)

Dari kebijakan tersebut pemerintah Singapura mendapat apa? Jawaban di sini akan mencengangkan kita semua:
1.Investasi Philips Belanda sebesar 61 juta USD dalam bentuk Kampus Inovatif dan diproyeksikan akan menghasilkan 1000 ilmuwan handal masa depan.
2.Investasi Novartis sebesar 14 juta USD dalam bentuk laboratorium.
3.Investasi Intel USA seharga jutaan USD dan masih banyak lagi Investor lain yang siap investasi miliaran dolar.
4.Banyaknya Ilmuwan dari negara lain yang lari untuk bekerja di Singapura.Saat ini ada kurang lebih 150.000 ilmuwan dari berbagai negara yang telah ada di Singapura.Satu temuan ilmuwan berharga jutaan dolar ,bayangkan ada 150.000 ilmuwan!.Pasar yang tercipta dari keberhasilan tersebut yaitu dari segi naker,dll.Ilmuwan Indonesia banyak yang akan kesana dan saat ini tercatat 1000 ilmuwan Indonesia di sana.(BBC News Indonesia ).

Apa yang terjadi dengan Indonesia?
1.Indonesia akan makin terpuruk dengan banyak larinya Ilmuwan kita kesana karena penghargaan bagi Ilmuwan Indonesia lebih rendah daripada politisi.Dibuktikan dengan rendahnya gaji Dosen sekelas Profesor dibandingkan dengan gaji seorang diplomat.
2.Indonesia jadi obyek pasar terbesar bagi Singapura.Hal ini jelas terlihat kenyataan kita tidak bisa mengolah minyak mentah kita dan harus diolah di Singapura.

Untuk menjawab hal tersebut maka wajar bagi anda Mahasiswa ITS yang nota bene katanya berbasis Sains dan Teknologi untuk menjawab pertanyaan ini:
1Apakah selamanya anda akan dibodohi dengan permainan politik? Rakyat butuh kerja, makan, pendidikan dan kesehatan terjamin, tetapi tidak butuh retorika politik dari seluruh mahasiswa saja!
2.Keahlian apa yang anda miliki?Profesionalkah kita dalam kuliah?
3.Selalukah anda mengkotak-kotakan jenis mahasiswa SO atau AO(aktifis oriented) atau bahkan suka mengolok salah satu jenis saja?bukankah seorang AO tidak lebih baik dari SO atau sebaliknya.
4.Mahasiswa Indinesia yang terlena dengan gaya hidup sinetron kita yang selalu berurusan dengan cewek? Tapi mungkin seorang pacar bisa membangkitan semangat asal tidak "kebelet kawin"(segera kawin).
Mahasiswa Indonesia yang terlena dengan kemewahan handphone "Bapaknya", bergaya untuk menarik cewek dengan mobil "Babenya" dan segala bentuk pemanjaan lainnya yang selama ini kita rasakan. Tapi, jangan salahkan seorang anak yang papinya kaya sebab tidak semua anak oarang kaya seperti itu dan itu takdir tuhan bahwa papinya seorang borjuis.

Bersyukurlah bahwa pihak BEM ITS telah sadar dan telah membentuk sebuah departemen "gress"dan bernama moncer yaitu Departemen Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
Semua itu bahan renungan Anda, Saya dan Kita Semua Mahasiswa ITS pada khususnya dan Indonesia pada umumnya.

Baitus Luckman Hakim
Wartawan ITS Online
Mahasiswa Jurusan Fisika ITS

Berita Terkait

ITS Media Center > Opini > Belajarlah dari Singapura!