ITS News

Jumat, 30 September 2022
15 Maret 2005, 12:03

Belajar OK, Cari Duit OK

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Cukup beragam apa yang dikerjakan mahasiswa ITS untuk mendapat uang saku yang lebih. Mulai dari persewaan mesin cuci, persewaan vcd, jasa wartel, warnet, dan fotokopi hingga mengelola sebuah lembaga. Tugas-tugas kuliah bukan merupakan halangan untuk sekedar menambah uang saku.

Hal inilah yang tengah dilalukan beberapa mahasiswa dari Prodi D3 Teknik Kimia. Dengan berjualan di pingiran jalan bundar ITS, mereka dengan ramahnya melayani beberapa pembeli yang datang. Di tempat yang cukup strategis itu, mereka menjajakan jagung dan roti bakar.

"Lumayan mas, bisa buat nambah uang saku," ujar Aulia dengan memainkan gitar ditangannya. Ketika ditanya mengenai perizinan tempat jualan, mahasiswa yang masih duduk di semester empat ini hanya tersenyum, "Kalo ada pemkot atau pihak kampus yang melarang kita berjualan, ya kita pindah mas, soalnya ngak pakai izin."

Beda dengan Citra, mahasiswa Teknik Elektro ini lebih memilih berjualan computer dan alat-alat telekomunikasi. "Aku ndak punya toko, tapi kalau jualan biasanya aku kirim proposal disamping juga pesanan." akunya. Pria berkacamata minus ini pernah mengirimkan proposal dagangannya ke Pemkot Surabaya, "tapi masih belum tembus juga mas." ujarnya.

Lain halnya dengan Saiful. Apa yang dikerjakan mahasiswa Teknik Kimia ini sudah umum dilakukan mahasiswa ITS. Memberikan bimbingan belajar privat menjadi pilihannya untuk menambah uang saku. "Pagi kuliah, sore sudah ada di tempat bimbingan," terangnya. Dengan tarif Rp 22500,- untuk satu murid per sekali datang, saiful bisa mengumpulkan uang sampai lebih dari Rp 800.000,- perbulan.

Kalau saiful memberikan bimbingan belajar, maka Riris sudah bisa mengelola sebuah lembaga bimbingan belajar. Mahasiswa yang akan diwisuda Maret ini lebih memilih menciptakan lapangan kerja daripada kerja ikut orang. "Kalau sama orang, kita disuruh-suruh seperti mesin saja," jelasnya.(lut/bch)

Berita Terkait