ITS News

Rabu, 30 November 2022
15 Maret 2005, 12:03

Bangunkan Mimpi Entrepreneur Sejak Dini

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Meskipun masih dalam suasana liburan. Anggota baru UKM WE&T (Workshop Entrepreneurship & Tecnhnology) malahan sengaja diberi motivasi baru oleh pengurus dan dewan WE&T ITS. Kegiatan itu berupa dialog kewirausaan yang dilaksanakan sejak tiga hari (16-18/1).

Hadir sebagai pembicara Iman Sulaiman,di sesi acara minggu pagi (18/12). Ia mengawali dialog dengan mengungkapkan motto hidupnya, "Kualitas hidup manusia diukur dari seberapa besar mimpinya," katanya. Ia juga menambahkan, membangun sebuah mimpi ke depan yang baik di usia saat duduk di bangku kuliah.

Ini tidak lain, karena jiwa entrepreneur harus menggunakan hati atau perasaan. Dan itu semuanya dimiliki ketika masih muda. Sehingga dalam mewujudkan mimpi lebih gampang. Namun, lanjutnya, yang perlu juga diperhatikan adalah persiapan mental dan keikhlasan dari diri kita sejak dini. "Hal itu penting mengingat dalam menghadapi atmosfer entrepreneurship tidak selalu berjalan lancar-lancar saja," terangnya.

Meski begitu, terang Iman, menjadi seorang entrepreneur muda yang handal yakni dengan langkah pertama harus menentukan pilihan. "Menentukan terjun dalam intrepreneur atau kerja merupakan suatu pilihan hidup, jiwa seorang entrepreneur harus mampu bertahan dan bertahan!," ujar Iman dengan penuh penekanan.

Menurut Iman, yang juga masih aktif menjadi anggota UKM ini, memaparkan proses seorang entrepreneur bukanlah "beginning". Pasalnya, seorang entrepreneur sengaja menjadi pengusaha tanpa mengalami kondisi usaha di titik provit maupun sulit. Melainkan seorang entrepreneur menjalani serangkaian proses "becoming". "seorang entrepreneur yang telah melewati segala kondisi usaha yang awalnya sangat sulit sampai pada akhirnya usaha itu bisa mendapatkan kepercayaan oleh klien atau relasi bisnis," jelas mantan ketua BEM ITS periode 1996-1997 ini di depan puluhan anggota WE&T.

Terakhir, sempat ada seorang yang menayakan tentang kiat utama agar bisa menjadi seorang enterpreneur. "Menjawabnya hanya dengan satu kunci saja, kemauan yang besar dari dalam diri,"tegasnya. Karena dengan kiat ini setiap orang akan memiliki kemamampu bertahan untuk berwiraswasta dan menyelesaikan masalah yang mungkin menghambat usahanya serta tahu bagaimana cara mngeatasi kendala itu.

"Jadilah anda entrepreneur yang menggunakan hati, bukan kepala," kata pria kelahiran Serang 28 tahun lalu ini. Ia mengibaratkan, entrepreneur yang menggunakan hati merupakan seorang pengusaha yang menggunakan hati, perasaan dan bisa memunculkan karakter entrepreneur yang bisa menghargai orang lain, sebaliknya menggunakan kepala yang hanya menilai kesuksesan entrepreneurship dari segi kemampuan moneter saja. (mutrom)

Berita Terkait