ITS News

Sabtu, 18 Mei 2024
15 Maret 2005, 12:03

BAHASA INGGIRS BERANTAKAN, TETAP SEMANGAT

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

The Royal Institution of Naval Architecture (RINA), adalah organisasi profesi yang bergerak di bidang perkapalan dan maritim tertua di dunia. Berdiri sejak jaman ahli perkapalan, William Froude, pada 1861 di London, Inggris.

Chief Executive RINA,
Mr Trevor Blakeley FRINA FIMarEst FIMechE CEng., memutuskan terjun sendiri ke Indonesia, setelah mengukuhkan tiga dosen FTK menjadi MRINA, dan 4 dosen menjadi ARINA,

Dalam kunjungannya ke Indonesia, Blakeley khusus datang ke ITS dan sebuah galangan di Surabaya. "Rencananya, RINA akan mendirikan RINA Indonesian Branch," terang Ir I K A P Utama MSc PhD MRINA yang juga hadir.

Di ITS, Blakeley mengadakan kuliah tamu di depan mahasiswa FTK. Bertempat di ruang seminar FTK, Blakeley menjelaskan peranan RINA di dunia perkapalan dan maritim. Mulai dari keanggotaan sampai riset dan penelitian yang dilakukan.

Usai memberikan kuliah, Blakeley menawarkan pada mahasiswa untuk bertanya. Dan, tentu saja, mereka harus mengutarakan pertanyaannya dalam bahasa ibu Mr Blakeley, bahasa Inggris, meski sedikit belepotan dalam berbicara.

Ketika Mr Blakeley ditanya, sesekali Utama MRINA membantu Blakeley memahami maksud penanya. Namun, kebanyakan Blakeley mengerti dengan baik apa yang dimaksudkan tanpa harus dibantu. Akan tetapi, kurang lancarnya berbahasa Inggris tidak menyurutkan semangat peserta untuk bertanya.

Sebelum acara ditutup, Utama MRINA meminta masing-masing ketua himpunan untuk mendata 20 mahasiswa tahun ketiga dan keempat untuk didaftarkan sebagai Student Member RINA secara langsung. "Sebenarnya hanya dijatah 20, tapi karena Mr Blakeley hadir disini, beliau berkenan memberikan 20 untuk tiap jurusan," ujar dosen Perkapalan yang pernah dikukuhkan oleh Blakeley itu.

Sehabis berfoto, Blakeley masih sempat berdialog dengan beberapa mahasiswa dan membagikan kartu nama. "Hari ini fokus untuk mahasiswa. Selasa (8/3), masih ada kuliah tamu di gedung rektorat, tapi yang itu lebih terfokus untuk mahasiswa tingkat akhir dan sarjana," terang Kadapi selaku koordinator acara.

Menyusul agenda selanjutnya, Rabu (9/3) Blakeley akan mengunjungi sebuah galangan, yaitu di PT. PAL Indonesia. (ech)

Berita Terkait