ITS News

Sabtu, 24 September 2022
15 Maret 2005, 12:03

Antara Rendra, Newton, dan BEM ITS (Calon Presiden BEM ITS Nomer Dua)

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

"Saya tidak bisa memprediksi jumlah pasti pendukung saya!" begitu ucap Rendra merendahkan hati, saat ditanya kans perolehan suara pada Pemilu Raya 2003 ini. Namun, menurutnya, banyak mahasiswa yang menemuinya dan menyatakan dukungan secara personal. Hal itu kian membuatnya mantap melaju sebagai salah satu calon presiden BEM ITS.

Saat pencalonan nanti, Rendra memaparkan visi yang tak jauh dari disiplin ilmunya, Teknik Mesin. Ia berprinsip sebagai mana layaknya Sir Isaac Newton. Menurut hukum Newton, gaya itu diperoleh dari perkalian massa dengan percepatan. Rumus inilah kemudian yang diadopsinya. Dalam penafsiran pria berkaca mata ini, kalau mahasiswa (massa) itu bergerak melakukan percepatan maka hasilnya akan dahsyat. "Kedua unsur itu akan mampu memberikan gaya dobrak dalam melakukan perubahan sosial," ujarnya menjelaskan.

Akan dibawa ke mana BEM ITS jika ia terpilih nantinya? Ia merencanakan sejumlah ide-ide berikut. Pria asal Waru itu ingin mengokohkan citra positif ITS sebagai kampus teknik terbaik se-Indonesia Timur. Caranya, BEM ITS akan menggandeng Lembaga Penelitian (Lemlit) ITS untuk melaksanakan program teknologi tepat guna. Nantinya, mahasiswa yang terseleksi akan terjun langsung ke masyarakat, mengatasi problema yang ada dengan sudut pandang keteknikan. "Bersama warga, mendaur ulang sampah misalnya," ucap alumnus SMUN 5 Surabaya ini memberikan contoh.

Jadi, dengan cara ini mahasiswa tidak hanya bisa berdemonstrasi saja. Ada nilai nyata pengabdian mahasiswa untuk masyarakat. "Boleh-boleh saja kita turun ke jalan, karena kita kan agent of changes!" buru-buru Rendra menambahkan untuk menekankan keseimbangan keduanya.

Selain program itu, pria yang pernah mengenyam LKMM Tingkat Lanjut Wilayah Indonesia Timur ini ingin memperbaiki hubungan antar ormawa di ITS. Selama ini, menurut Rendra, hubungan antara BEM ITS dengan HMJ terkesan tidak koordinatif dan berjalan sendiri-sendiri. "Untuk ke depannya, kita coba berdayakan budaya partisipatif," ungkapnya. Budaya partisipatif yang dimaksud Rendra adalah kemauan mahasiswa untuk berinisiatif menyumbangkan pikiran dan tenaga terhadap permasalahan yang ada di sekitarnya. "Jadi inisiatif nantinya tidak hanya berasal dari Presiden BEM atau ketua HMJ saja!" pungkas kandidat yang punya banyak penggemar cewek ini. (tov/bch)

Berita Terkait