ITS News

Selasa, 16 Agustus 2022
15 Maret 2005, 12:03

Aksi Tiga Broadcaster dalam Broadcaster Supertraining 2005

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Seminar Who Wants to be a Professional Broadcaster memang layak diikuti bagi mereka yang ingin menjadi penyiar. Kegiatan yang merupakan rangkaian Broadcaster Supertraining 2005 ini mengundang tiga penyiar radio sebagai pembicara ahli. Mereka bertiga termasuk penyiar kondang yaitu Errol Jonathan (Suara Surabaya), Didi Adhiyaksa (Colors FM) dan Bagus Priyambodo (Hard Rock FM). Meski materi yang dibawakan berbeda-beda, semuanya masih seputar broadcaster.

Misalnya Errol Jonathan. Penyiar Suara Surabaya ini membahas tentang penyiar. "Di dalam programming, siaran harus terdengar cerdas dan ramah," ujarnya. Karena pendengar hanya memperhatikan suara dan bunyi. Untuk itu, seorang penyiar radio jika berbicara seharusnya tidak menggunakan suara diafragma. Sebab suara dari diafragma empat kali lebih besar dari suara aslinya.

Jika Errol menekankan pada segi penyiar, Didi Adhiyaksa cenderung mengomentari tentang programming radio. Menurut Didi, ada tiga aspek yang harus diseimbangkan dalam membuat program. Aspek itu adalah informasi, tuturan penyiar dengan musik dan sajian. "Jadi sebelum memprogram, kita harus survey terlebih dulu," ungkapnya. Sehingga seorang programmer tahu apa kebutuhan pendengar, tidak hanya berdasar kesenangannya saja.

Untuk penyajian program, dia memaparkan lebih lanjut. Ada lima hal yang perlu diperhatikan. Kelima hal itu adalah penempatan, waktu, penyiaran, publikasi, dan acara selingan.

Di sisi yang berbeda, Bagus Priambodo menyoroti masalah DJ. Ada tiga jenis DJ yaitu low profile, the specialist, dan the personality. Ia kemudian memberikan kiat-kiat untuk menjadi DJ yang baik. Diantaranya, disiplin, personality yang bagus, punya style (gaya), dan harus memiliki dasar jurnalistik. Yang ditekankan Bagus adalah announcing skill. "Jika ingin menguasai announciong skills, ya kuncinya latihan," ungkapnya. Dia lalu mengatakan, penyiar adalah profesi yang unik, beda dengan yang lain. Sebab penyiar punya tiga kemampuan yaitu untuk bicara, orasi, dan analisis.(th@/rin)

Berita Terkait