ITS News

Senin, 03 Oktober 2022
15 Maret 2005, 12:03

Akhirnya, Pemilu Ulang

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Pemilu ulang akhirnya dijadwalkan bagi distrik Geodesi. Pemilu itu dilaksanakan selama dua hari, terhitung mulai hari ini (13/11).

Kesepakatan pelaksanaan pemilu ini, diperoleh setelah dilakukan dialog ulang antara KPU dan Himage kemarin malam (12/11) pukul 23.00 WIB di kantin pusat ITS. Pada dialog itu, hadir juga elemen dari BEM ITS, LM ITS dan MKM ITS.

Setelah melalui perdebatan panjang, pemilu ulang sebagai satu dari beberapa point keberatan yang diajukan Geodesi ke KPU, dapat disepakati. Pemilu ulang itu tetap dilaksanakan dengan daftar pemilih tetap seperti semula. Dalam artian mahasiswa geodesi 2003 tetap mempunyai hak pilih.

Menanggapi persyaratan dari KPU tersebut, Budi, Kahima Himage mengatakan tidak keberatan. "Selama pemilu ulang dapat terlaksana, tidak masalah," terangnya.

Sedangkan untuk mengantisipasi kemungkinan dipergunakannya hak pilih oleh maba geodesi 03, pihak himpunan akan melakukan upaya pendekatan. "Semacam usaha penyadaran, bahwa mereka belum menjadi warga Himage," ujar mahasiswa yang aktif di UK Siklus ini. Dan selanjutnya, keputusan ada di tangan maba. "Kita tetap menghormati hak pilih mereka," tegas cowok manis ini.

Kembali kepada pelaksanaan pemilu ulang, Nanang, Koordinator KPU, mengatakan KPU siap untuk mengadakan pemilu ulang. Selain adanya pengajuan keberatan dari warga Himage, pengadaan pemilu ulang ini juga didorong dengan terlambatnya kotak suara sampai di tangan KPU. Keterlambatan ini terjadi karena adanya masalah teknis. "Kotak suara belum diterima KPU hingga batas akhir pengumpulan, yaitu jam tiga sore," ujarnya. Jadi, keaslian dari suara pemilih patut dipertanyakan. Dengan landasan itu, yang juga terdapat dalam UU pemira. pemilu ulang dapat dilaksanakan di distrik yang bersangkutan.

Kesepakatan antara KPU dan Himage itu ditanggapi gembira oleh Nugroho, Presiden BEM ITS. "Dengan begitu, tak ada pihak yang merasa dirugikan," terang Nug. Geodesi dapat melakukan budaya kulturalnya dan KPU mampu melaksanakan tugasnya dengan baik. "Dan tidak ada suara pemilih yang terbuang," tegas cowok jangkung ini.
(rin/bch)

Berita Terkait