ITS News

Selasa, 09 Agustus 2022
15 Maret 2005, 12:03

Ada era Bu-Ta-Cinta dalam kampus

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Acara ini merupakan rangkaian dari kegiatan Seminar dan Pelatihan Manajemen Lembaga Dakwah Jurusan, yang sehari sebelumnya diawali dengan Seminar Dakwah Kampus. Pelatihan yang bertema mengembangkan pengelolaan Lembaga Dakwah Jurusan yang profesional adalah hasil kerjasama antara Departemen Humas JMMI dengan Divisi Relasi Lembaga Dakwah Jurusan. Kegiatan ini dihadiri puluhan peserta dari perwakilan kajian jurusan se-ITS ditempatkan di ruang seminar perpustakaan.

Pelatihan yang diadakan selama dua hari mulai Minggu (16/1) kemarin full time. Maksudnya, peserta diberi materi dari pagi hingga malam. Sehingga peserta putra menginap di masjid JMMI ITS sedangkan putrinya di TPA AlMuttaqin, Kenjeran.

Salah satu materi dasar mengenai dakwah kampus disampaikan oleh Adhe Priyambodo. Dakwah adalah aktivitas menyeru kepada manusia yang substansinya agar mereka kembali kepada Allah. "Dakwah itu never ending," ungkapnya. Hal ini dikarenakan dunia ini tidak pernah sepi dari kegelapan sehingga perlu adanya dakwah sebagai penyeimbang.

Mantan ketum JMMI ITS 2002-2003 ini juga menjelaskan perbedaan antara kondisi dakwah antara era 80-an dan 90-an hingga sekarang. "Kalau masa 80-an itu merupakan era Bu-Ta-Cinta," ujarnya mengungkapkan. Maksudnya, pada zaman itu aktivitas mahasiswa hanya berputar pada buku, pesta, dan cinta. Di era Soeharto memang ada tekanan terhadap dakwah kampus sehingga tidak dapat berkembang luas.

Sedangkan era 90-an hingga sekarang, dakwah kampus makin marak. Awal diterimanya dakwah yaitu melalui kampus. Salah satunya dibuktikan dengan adanya revolusi jilbab. Bahkan saat itu di Unair ada istilah seribu jilbab yang mengartikan tren jilbab yang sedang berkembang. "Selanjutnya muncul nasyid sebagai genre," ungkap alumnus Teknik Fisika angkatan ’97 ini.

Di akhir sesi, Adhe menjelaskan bahwa aktivis dakwah harus mengenal medannya. "Lihat bagaimana kebutuhannya," katanya menerangkan. Aktivitas dakwah bisa dilakukan dengan mengadakan pelatihan, membahas soal UAS/UTS, advokasi dan beasiswa, ataupun tutorial. (th@/tov)

Berita Terkait