ITS News

Jumat, 07 Oktober 2022
15 Maret 2005, 12:03

Aa' Gym : " ….ini merupakan ujian buat saya,&quot

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

"… Jagalah hati jangan di nodai, lentera hati cahaya illahi…" itulah salah satu bait lagu yang dinyanyikan oleh ustadz KH. Abdullah Gymnastiar untuk menggugah hati keluarga besar ITS dalam acara silaturahmi dan halal bi halal .

Sekitar pukul 09.30 WIB, suasana berubah hening, ketika dimulai dibacakan ayat-ayat suci Al-Quran. Hampir seluruh dosen, karyawan, dan mahasiswa yang datang seakan-akan terhayut dalam alunannya. Terasa menyejukkan kalbu.

Rektor ITS, Prof.Ir.Soegiono, pada kesempatan ini, selain menutup seluruh rangkaian kegiatan RDK 22, juga menyampaikan 'Minal Aidzin Wal Faizin' kepada seluruh dosen, karyawan, dan mahasiswa ITS.

Tampil dengan style dari biasanya, KH. Abdullah Gymnastiar tampak lain. Tidak menggunakan sorban. Alasannya ketinggalan di mobil. "Selain itu juga agar tahu modal dasar saya", tambahnya yang disambut tawa dari hadirin.

Mengawali pembicarannya, beliau menyinggung masalah yang telah melanda Indonesia, salah satunya terjadinya krisi ekonomi. Kalau ditelusuri secara detail, hal ini diakibatkan oleh pola pendidikan baik dikampus atau sekolah dan rumah hanya mengandalkan materi saja. "Kompleksitas dari permasalahan yang dihadapi oleh Indonesia dikarenakan belum terbentuknya manajemen kalbu", kata pendiri pondok pesantren Daarut Tauhid, Bandung ini dengan nada keras.

Padahal, materi bukanlah salah satu patokan kesuksesan. Tetapi yang terpenting bisa konsisten dalam bertaubat. Jadi kalau seorang mempunyai jabatan atau kedudukan itu bukanlah orang yang sukses melainkan orang yang mengalami cobaan. "Makanya kalau ada orang bertanya kalau sekarang ini saya telah sukses, maka akan saya jawab kalau ini merupakan ujian buat saya", ujar ustadz yang pernah mengenyam pendidikan di Jurusan Elektro Universitas Ahmad Yani ini.

Bagaimana ciri-ciri orang cinta terhadap dunia ? sibuk disiksa keinginan, sibuk mengejar dunia tanpa mempunyai bekal untuk akhirat, dan dalam hidup selalu merasakan takut.

Untuk mengobatinya diperlukan sikap tidak sombong ketika memiliki, tidak minder ketika memiliki sedikit, jangan iri melihat orang lain yang lebih, dalam mencari rezeki tidak licik, dan siap jika sewaktu-waktu diambil oleh Allah.

Seiring dengan berputarnya waktu, kegiatan ini ditutup dengan do'a dan harapan agar dapat bermanfaat bagi kita semua.Amin ! (rom/rif)

Berita Terkait