ITS News

Selasa, 16 Agustus 2022
15 Maret 2005, 12:03

300 Mahasiswa ITS Batal Ikut Wisuda

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

SURABAYA –Ambisi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk mendapat pengakuan sebagai perguruan tinggi internasional berdampak pada mahasiswanya. Sebanyak 300 mahasiswa gagal mengikuti wisuda sarjana pada 12-13 Maret mendatang, karena dinyatakan tidak lulus tes TOEFL. Mereka baru bisa wisuda setelah lulus tes kemampuan berbahasa Inggris ini.

Kebijakan itu dikeluarkan Rektor ITS Prof Dr Mohammad Nuh DEA, 4 Maret 2004. Untuk mahasiswa D3, D4, dan S1 harus lulus tes TOEFL dengan skor 450. Untuk mahasiswa jenjang S-2, harus lulus TOEFL dengan skor 475. Sedangkan mahasiswa S-3, harus lulus TOEFL dengan skor 500. Tes TOEFL ini digelar oleh UPT Bahasa ITS.

Ratusan mahasiswa yang tidak lulus tes TOEFL itu tentu saja amat kecewa. Sebab, mereka tidak bisa ikut wisuda sarjana pada Maret nanti. "Ada 300 mahasiswa yang gagal wisuda. Kami harus mengulang tes TOEFL. Dan, kalau lulus baru bisa wisuda pada September mendatang," kata Wisnu, salah satu satu mahasiswa yang batal ikut wisuda Maret.

Para mahasiswa mengaku kesal dengan aturan baru itu karena sosialisasi yang dilakukan rektorat tidak optimal. Sehingga banyak mahasiswa yang tidak tahu kalau ada kewajiban lulus tes TOEFL. "Ini tidak adil," kata Roy, mahasiswa yang lain.

Sementara itu Rektor Mohammad Nuh mengatakan, kebijakan ini dikeluarkan karena tahun ini ITS memiliki target menjadi perguruan tinggi yang diakui secara internasional. "Lucu kalau mendapat pengakuan internasional, tapi lulusannya tidak bisa bahasa Inggris," katanya.

Standar TOEFL yang diwajibkan, kata Nuh, juga cukup wajar. Selama ini mahasiswa ITS memiliki kekurangan pada kemampuan bahasa Inggris. Dari data UPT Bahasa ITS, 70 persen mahasiswa baru ITS angkatan 2004, kemampuan TOEFL-nya di bawah standar. "Ini kan memprihatinkan," paparnya.

Soal sosialisasi, menurut Nuh, pihaknya sudah jauh-jauh hari mengumumkan kepada mahasiswa. Dalam buletin UPLOAD yang diedarkan gratis kepada mahasiswa juga sudah dua kali dibahas, yakni pada edisi September dan November 2004. Juga di ITS online yang harusnya sering dibaca para mahasiswa.

Namun demikian, kata Nuh, melihat banyaknya mahasiswa yang batal wisuda, pihaknya akan membahasnya pada rapat senat institut, Jumat besok. "Keputusan finalnya tunggu hari Jumat," katanya. (tom)

Berita Terkait