ITS News

Sabtu, 01 Oktober 2022
15 Maret 2005, 12:03

30 Ortu cama ancam ITS perdata dan pidana

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Surabaya, Surya
"Kami dirugikan dengan kebijakan pimpinan FTSP, membatalkan kelas ekstensi Despro. Kalau masalah ini tidak selesai sampai besok (hari ini), kami menunjuk pengacara, mencari jalan hukum perdata dan pidana," ancam Arif Hidayat, wakil ortu Cama, Selasa (20/8).

Sejak Senin (19/8) lalu, para ortu calon maba ITS itu mendatangi kampus FTSP. Ortu yang berdatangan diantaranya dari Surabaya, Lamongan, Jember, Sidoarjo itu menyoal kebijakan fakultas yang meniadakan kelas ekstensi Despro. Padahal, mereka sangat berharap putra-putrinya diterima di kelas ekstensi Despro ITS.

Hingga kemarin mereka belum mendapat penjelasan dari pihak fakultas. "Sampai kapan kami mendapat kejelasan. Padahal, anak kami butuh sekolah. Apalagi, banyak orangtua yang telanjur membatalkan anak-anaknya masuk PTS favorit," timpal Handoko, ortu Cama.

Menurut Arif Hidayat, setelah hasil Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) diumumkan, FTSP memberi kesempatan pada 100 pendaftar yang dinilai memenuhi syarat. Mereka diberi kesempatan mendaftar ekstensi Despro, 6-13 Agustus 2002. "Kami lantas mendaftar mulai 16 Agustus 2002, namun petugas BNI ITS menolak dengan alasan program ekstensi Despro telah dibatalkan," kata Hidayat.

Pimpinan FTSP belum bisa dihubungi karena masih membahas protes ortu calon maba. Sedang Pembantu Rektor I ITS Ir Supeno Djanali MSc PhD mengatakan, kemungkinan program ekstensi Despro tetap dibuka seperti rencana semula.

Menurut Supeno, pimpinan FTSP mengeluarkan pengumuman pembatalan karena sampai akhir pendaftaran 13 Agustus 2002, peminat tidak sampai 10 orang. "Saat pengumuman dikeluarkan, yang protes kok banyak. Lantas pimpinan FTSP mengecek kembali ke jurusan, ternyata sudah ada pendaftar 32 orang," kata Supeno. (pri)

Berita Terkait