ITS News

Senin, 30 Januari 2023
15 Maret 2005, 12:03

3 – 1 UNTUK TEKNIK LINGKUNGAN

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Rangkaian pertandingan olah raga dalam Dekan Cup FTSP 2004 telah memasuki babak-babak terakhir. Final Bola Voli putri berlangsung kemarin Selasa(23/03) di lapangan voli Teknik Sipil. Terjadi pertarungan sengit antara tim Voli putri Arsitektur dengan tim putri dari Teknik Lingkungan (TL) guna membuktikan siapa yang pantas dianggap jawara.

Babak pertama final bola voli putri ini, didominasi dengan passing. Masing-masing tim belum tertarik untuk mengeluarkan smashnya. Alhasil, bola-bola lambung, bergantian diterima para pemain. Pada babak yang dimulai pukul 15.45 WIB ini, angka yang tercetak kebanyakan merupakan hasil bola keluar. "Sama sekali gak seru, gak ada yang mensmash," ujar Djikun, pendukung TL ini.

Pada babak kedua, bentuk permainan belum berubah. Masing-masing tim masih mengandalkan kemampuannya menerima dan mengumpan balik bola lawan. Kemenangan TL pada babak pertama, memompa suporter TL untuk menyemangati tim kesayangannya. Suporter dari TL mulai panas dan meneriakkan yel-yel pemompa semangat. Tak mau kalah, puluhan pendukung Arsitektur pun, membalas dengan yel yang tak kalah bersemangat pula.

Hujan gerimis yang membasahi lapangan, tak mampu menghentikan pertandingan. Tim Arsitektur yang telah kalah 2-0 dari TL, mulai bangkit. Dengan keuletan dan kerjasama tim yang bagus, mereka mampu mengejar ketinggalan. Babak ketiga akhirnya bisa digenggam oleh Arsitektur. Dan TL pun terpaksa bermain dalam satu babak tambahan..

Derasnya hujan yang turun, tak membuat babak tambahan itu urung digelar. Lapangan yang becek dan licin sudah tidak dipedulikan lagi. Kedua tim berjuang mati-matian untuk merebut gelar jawara. Bahkan, beberapa pemain sempat merasakan licinnya lapangan voli itu. Mereka tergelincir lumpur sewaktu mengejar ataupun berusaha mengembalikan bola. Namun, berkat dukungan suporter yang tetap bersemangat, mereka cepat bangkit dan bermain kembali.

Meski telah berusaha maksimal, pada akhirnya tim putri Arsitektur harus mengakui keunggulan tim putri TL. Babak tambahan, dimenangkan TL dengan skor 25 – 17. Dengan demikian TL telah menang 3 – 1 atas Arsitektur. Dan gelar jawarapun berhak disandang oleh tim yang dimotori lima cewek cantik ini.

Menanggapi kekalahan timnya, Anggoro, Kahima Arsitektur, menyatakan kerja dari tim arsitektur sudah baik. Menurut analisa pemuda berambut ikal ini, kekalahan dari timnya ini disebabkan kurangnya percaya diri. "Mereka mainnya sudah bagus. Mungkin masih nervous aja, jadi stabilitas tim menurun," ujar cowok yang setia mendampingi timnya selama pertandingan ini.

Di pihak lain, Edo, Kahima TL yang berhasil menggondol gelar juara ini, merasa sangat bersyukur atas kemenangan ini. Apalagi kemenangan ini tidak mudah didapat. Ia mengakui, timnya memang harus kerja ekstra agar bisa unggul dari Arsitek. "Karena pada dasarnya, kedua tim mainnya bagus," terang Edo. "Alhamdulillah, akhirnya kita bisa menang,"ujar cowok hitam manis ini.(rin/rom)

Berita Terkait