ITS News

Jumat, 03 Februari 2023
15 Maret 2005, 12:03

2004, Raih International Recognation

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Tahun baru adalah sebuah momen yang dinantikan oleh jutaan umat manusia di dunia. Tidak ketinggalan, mahasiswa ITS pun telah menyiapkan berbagai kegiatan menyambut datangnya tahun 2004. Kesempatan libur tahun baru pun dimanfaatkan oleh sebagian besar mahasiswa yang berasal dari luar kota.

"Senang banget nih, libur tahun baru. Apalagi tanggal 1 pas hari Kamis dan Jum'atnya libur juga. Jadi aku bisa pulang Rabu sampai Minggu," ujar Andri, mahasiswi asal Madiun.

Namun demikian, tidak sedikit pula dari mereka yang memilih untuk tetap tinggal. Ujian Akhir Semester gasal dan deadline tugas kuliah menjadi alasan dominan bagi mereka untuk merayakan pergantian tahun di Surabaya.

"Sebenarnya aku pengen pulang, ngerayain tahun baru dirumah bareng orang tua. Tapi karena ada UAS, orang tuaku melarang aku pulang. Apalagi mereka juga ada di Padang," keluh Yanti.

Hal senada dilontarkan oleh Rohmah. "Tadinya sudah ada rencana untuk tahun baruan dirumah. Eee, ternyata deadline tugasku jadi hari Senin. Jadi ya, terpaksa nggak pulang, ngerayain tahun baru disini bareng teman-teman," tutur mahasiswi Teknik Kimia, yang memilih Plaza Surabaya sebagai tempat merayakan tahun baru.

Sementara itu, Pembantu Rektor III ITS, Dr. Ir. Achmad Jazidie,M.Eng, mengatakan tahun baru sebagai momentum untuk mempertahankan prestasi yang telah diraih dan meneruskan upaya-upaya ITS dalam mencapai cita-cita ITS yaitu International Recognation dan ITS sebagai PT BHMN. Sebagaimana telah disampaikan oleh Pak Nuh dalam pidato akhir tahun menyambut tahun baru yang diadakan oleh Pemkot Surabaya di Hotel Shangrila, "Bahwa tahun baru adalah refleksi tahun sebelumnya. Dan ITS punya dua point penting diantara point-point yang lain untuk dijadikan sebagai titik refleksi yaitu ITS PT BHMN dan international recognation," ujar Jazidie.

Untuk itu, ITS telah mengagendakan beberapa kegiatan untuk melanjutkan upaya tersebut. "Awal tahun ini kita akan adakan Sidang Umum Ikatan Alumni ITS (Sidang Umum IKA ITS), tepatnya tangggal 9-10 Januari 2004," terang dosen Teknik Elektro.

Dalam sidang tersebut, rencananya akan dibahas masalah pempublikasian hasil karya ITS kepada alumni sekaligus sebagai salah satu usaha untuk mencapai international recognation. "Upaya publikasi karya ITS juga untuk menunjukkan kepada alumni bahwa ITS sebenarnya mampu untuk menciptakan karya-karya besar. Hanya saja kurang publikasi dan sosialisasi. Ironisnya, selama ini banyak alumni yang tidak tahu karya ITS, sehingga mereka merasa ITS itu kecil. Hal itu membuat mereka jadi under estimate, tidak confidence dan jadinya kurang bangga sama almamater," tambah Pak Jazidie menyayangkan.(sept/bch)

Berita Terkait