[vc_row][vc_column][vc_column_text]Perbedaan antara orang yang beriman dengan orang yang kafir dijelaskan oleh Al-Qur’an dengan menggunakan perumpamaan orang yang buta dan tuli dengan orang yang bisa melihat dan mendengar. Tentu keduanya memiliki perbedaan yang sangat tajam, orang yang buta dan tuli tidak dapat mendengar dan melihat atau bahkan tidak mau mendengar dan melihatnya. Demikianlah perumpamaan orang yang kafir, mereka diisyaratkan untuk mendapat tanda-tanda kebesaran Allah namun mereka menolaknya karena tidak mau tunduk kepada ajaran Islam. Lantas bagaimana cara agar memperbaiki iman kita, memperbaiki ketundukan kita terhadap Allah? Bagaimana cara memperbaiki diri untuk melihat dan mendengar tanda-tanda kekuasaan Allah?
Simak penjelasan lengkapnya bersama Ust. Imamul Arifin, Lc., M.H.I pada Ngaji Bakda Shubuh : Tafsir Al-Qur’an melalui video berikut
https://youtube.com/live/73ZIJhciadU[/vc_column_text][dot_embed_youtube youtube=”https://www.youtube.com/embed/73ZIJhciadU?si=gx2BU1k7KNQiPZSz” cover=”2770″][/vc_column][/vc_row]
Allah SWT menggambarkan kondisi neraka dengan sangat amat detail untuk memberi gambaran siksaan yang sangat amat pedih. Setiap bagian
Diantara jalan-jalan untuk mengenal Allah adalah melalui syukur terhadap nikmat. Sebab nikmat merupakan karunia Allah yang selalu ada dalam
Para ulama’ klasik sangat berpegang teguh terhadap pendapatnya karena dilandasi dengan ilmu yang kuat, sehingga sering terjadi perselisihan diantaranya.