Ketika Rasulullah SAW mengajak kepada kaum kafir untuk berkata “La ilaha illallah”, tidak ada tuhan selain Allah. Mereka menyombongkan diri dan mempertanyakan “apakah kita harus meninggalkan sesembahan kami karena seorang penyair gila?”. Tuduhan tersebut tentu merupakan ejekan tanpa dasar, atas kesombongan mereka sendiri. Lantas bagaimana jawaban Al Qur’an terhadap tuduhan kosong tersebut? Apa hikmah dari kisah tuduhan kosong kaum kafir tersebut?
Simak penjelasan lengkapnya bersama Drs. Wahyuddin, M.E.I pada Ngaji Bakda Shubuh: Tafsir Al Misbah melalui video berikut
https://youtube.com/live/YYo9VrHYVr0
Post Views: 29
Post Views: 22
Post Views: 23