[vc_row][vc_column][vc_column_text]Syariat Islam mensyaratkan adanya perintah untuk ditaati dan larangan untuk dijauhi dan dihindari. Apabila tidak ada syariat perintah dan larangan terhadap sebuah hal, maka melakukannya tidak dihukumi sebagai orang yang taat juga tidak dihukumi sebagai orang yang sesat. Hal itu merupakan salah satu bentuk tanda kasih sayang Allah terhadap hamba-hambanya. Lantas bagaimanakah penjelasannya dalam Al-Qur’an? Apa saja hikmah yang bisa diambil dari ayat tersebut?
Simak penjelasan lengkapnya bersama Ust. Imamul Arifin, Lc., M.H.I pada Ngaji Bakda Shubuh melalui video berikut
https://youtube.com/live/b_uulID6FII[/vc_column_text][dot_embed_youtube youtube=”https://www.youtube.com/embed/b_uulID6FII?si=W0SCr6kAVcnuCScO” cover=”1033″][/vc_column][/vc_row]
Allah SWT menggambarkan kondisi neraka dengan sangat amat detail untuk memberi gambaran siksaan yang sangat amat pedih. Setiap bagian
Diantara jalan-jalan untuk mengenal Allah adalah melalui syukur terhadap nikmat. Sebab nikmat merupakan karunia Allah yang selalu ada dalam
Para ulama’ klasik sangat berpegang teguh terhadap pendapatnya karena dilandasi dengan ilmu yang kuat, sehingga sering terjadi perselisihan diantaranya.