[vc_row][vc_column][vc_column_text]Manusia diciptakan oleh Allah dengan keistimewaan-keistimewaan. Kita diberikan ketentuan oleh Allah untuk menjadi hambanya, namun diberikan pilihan untuk memilih tingkat penghambaannya apakah mampu untuk mengikuti standar syariat dalam Islam atau tidak. Oleh karena itu Ibnu Athoillah As-Sakandary menggolongkan beberapa orang ke dalam golongan orang yang lengah/lalai/lupa terhadap standar tersebut dan melupakan tujuannya yaitu kepada Allah. Lantas bagaimana yang dimaksud dengan orang yang lupa tersebut? Bagaimana hikmah dan pelajaran dari kalam tersebut?
Simak penjelasan lengkapnya bersama Ust. Muhammad Yasri pada Ngaji Bakda Shubuh melalui video berikut
https://youtube.com/live/IWjoLHEHVrQ[/vc_column_text][dot_embed_youtube youtube=”https://www.youtube.com/embed/IWjoLHEHVrQ?si=ek3ZwlVIXfF0HDLO” cover=”1045″][/vc_column][/vc_row]
Allah SWT menggambarkan kondisi neraka dengan sangat amat detail untuk memberi gambaran siksaan yang sangat amat pedih. Setiap bagian
Diantara jalan-jalan untuk mengenal Allah adalah melalui syukur terhadap nikmat. Sebab nikmat merupakan karunia Allah yang selalu ada dalam
Para ulama’ klasik sangat berpegang teguh terhadap pendapatnya karena dilandasi dengan ilmu yang kuat, sehingga sering terjadi perselisihan diantaranya.