[vc_row][vc_column][vc_column_text]Setelah Allah memerintahkan kepada langit untuk berhenti menurunkan hujan dan bumi untuk menelan airnya, maka bencana banjir besar pada masa Nabi Nuh AS mulai berakhir. Namun, Nabi Nuh masih menyesali mengapa anak kesayangannya masih terkena adzab bersama orang-orang kafir. Lantas seperti apa Allah menjawab permintaan Nabi Nuh tersebut? Apa hikmah dibalik kisah Nabi Nuh dan anaknya?
Simak penjelasan lengkapnya bersama Ust. Imamul Arifin, Lc., M.H.I pada Ngaji Bakda Shubuh : Tafsir Al-Qur’an melalui video berikut
https://youtube.com/live/fcBS5MwqKQc[/vc_column_text][dot_embed_youtube youtube=”https://www.youtube.com/embed/fcBS5MwqKQc?si=6oCLV9DMryVThKSL” cover=”2984″][/vc_column][/vc_row]
Allah SWT menggambarkan kondisi neraka dengan sangat amat detail untuk memberi gambaran siksaan yang sangat amat pedih. Setiap bagian
Diantara jalan-jalan untuk mengenal Allah adalah melalui syukur terhadap nikmat. Sebab nikmat merupakan karunia Allah yang selalu ada dalam
Para ulama’ klasik sangat berpegang teguh terhadap pendapatnya karena dilandasi dengan ilmu yang kuat, sehingga sering terjadi perselisihan diantaranya.