[vc_row][vc_column][vc_column_text]Allah mengaruniakan manusia perasaan dan emosi untuk dapat mengambil hikmah dari suatu peristiwa. Maka wajar apabila kita melihat seorang muslim menangis, bahkan Rasulullah sendiri menangis ketika mengalami kejadian tertentu. Namun, tangisan tersebut harus ditujukan hanya kepada Allah, bukan menyalahkan keadaan atau menyesali diri. Sehingga tangisan tersebut menjadi perantara turunnya rahmat Allah setelahnya. Lantas apa saja sebab-sebab tangisan karena Allah? Dalam kondisi apa saja Rasululullah menangis?
Simak penjelasan lengkapnya bersama Ust. M. Ali Misbahul Munir pada Ngaji Bakda Shubuh : Riyadhus Sholihin melalui video berikut
https://youtube.com/live/7LN4p0Kj20k[/vc_column_text][dot_embed_youtube youtube=”https://www.youtube.com/embed/7LN4p0Kj20k?si=n21BFUqzRVaZm_Nj” cover=”2238″][/vc_column][/vc_row]
Allah SWT menggambarkan kondisi neraka dengan sangat amat detail untuk memberi gambaran siksaan yang sangat amat pedih. Setiap bagian
Diantara jalan-jalan untuk mengenal Allah adalah melalui syukur terhadap nikmat. Sebab nikmat merupakan karunia Allah yang selalu ada dalam
Para ulama’ klasik sangat berpegang teguh terhadap pendapatnya karena dilandasi dengan ilmu yang kuat, sehingga sering terjadi perselisihan diantaranya.