[vc_row][vc_column][vc_column_text]Allah menciptakan manusia dalam keadaan fitrah, namun manusia digoda oleh syetan sehingga berselisih dan menyekutukan Allah dengan sembahan selain Allah. Kaum musyrik tersebut tetap dalam keingkaran dan menganggap para Nabi dan Rasul Allah tidak dapat mendatangkan kebenaran. Padahal bukti-bukti tersebut sudah diturunkan oleh Allah pada kaum-kaum sebelum mereka agar menjadi pelajaran bagi manusia. Lantas bagaimana cara agar kita terhindar dari sifat seperti itu? Bagaimana Rasulullah menanggapi pernyataan dari kaum musyrik?
Simak penjelasan lengkapnya bersama Ust. Imamul Arifin, Lc., M.H.I pada Ngaji Bakda Shubuh : Tafsir Al-Qur’an melalui video berikut
https://youtube.com/live/sDr-oOmGJaI[/vc_column_text][dot_embed_youtube youtube=”https://www.youtube.com/embed/sDr-oOmGJaI?si=3lk9AqQWfxCv5Ev6″ cover=”1535″][/vc_column][/vc_row]
Allah SWT menggambarkan kondisi neraka dengan sangat amat detail untuk memberi gambaran siksaan yang sangat amat pedih. Setiap bagian
Diantara jalan-jalan untuk mengenal Allah adalah melalui syukur terhadap nikmat. Sebab nikmat merupakan karunia Allah yang selalu ada dalam
Para ulama’ klasik sangat berpegang teguh terhadap pendapatnya karena dilandasi dengan ilmu yang kuat, sehingga sering terjadi perselisihan diantaranya.