[vc_row][vc_column][vc_column_text]Diantara sifat-sifat orang musyrik Mekah pada masa Rasulullah SAW adalah mereka marah ketika Tuhan yang disebutkan hanya Allah SWT, namun mereka justru bergembira ketika tuhan-tuhan sesembahan mereka disebutkan. Mereka begitu marah karena menganggap sesembahan yang mereka buat sendiri juga perlu disebutkan dan menganggap sekutu selain Allah ada. Sehingga Allah memerintahkan Rasulnya untuk menjaga keimanan dan senantiasa berdoa hanya kepada Allah. Lantas apakah hikmah dari peristiwa tersebut? Bagaimana sikap kita sebagai muslim di masa sekarang ketika menghadapi hal yang sama?
Simak penjelasan lengkapnya bersama Drs. Wahyuddin, MEI. pada Ngaji Bakda Shubuh : Tafsir Al Misbah melalui video berikut
https://youtube.com/live/bmdGa3UxrMQ[/vc_column_text][dot_embed_youtube youtube=”https://www.youtube.com/embed/bmdGa3UxrMQ?si=dTYO9xaSOjlMS1I7″ cover=”1363″][/vc_column][/vc_row]
Allah SWT menggambarkan kondisi neraka dengan sangat amat detail untuk memberi gambaran siksaan yang sangat amat pedih. Setiap bagian
Diantara jalan-jalan untuk mengenal Allah adalah melalui syukur terhadap nikmat. Sebab nikmat merupakan karunia Allah yang selalu ada dalam
Para ulama’ klasik sangat berpegang teguh terhadap pendapatnya karena dilandasi dengan ilmu yang kuat, sehingga sering terjadi perselisihan diantaranya.