[vc_row][vc_column][vc_column_text]Jiwa membutuhkan tuntunan, kendaraan agar dapat terarah dengan benar, tidak tersesat dalam gelapnya keburukan. Allah menjadikan cahaya sebagai kendaraan hati, menjadi penerang dalam kegelapan, membimbing pada yang benar, dan melawan musuh-musuh kerakusan dunia. Maka sudah selayaknya kita menghidupkan cahaya-cahaya tersebut agar cahaya dapat menjadi pasukan dalam jiwa kita. Lantas bagaimana cara Allah menolong hamba-Nya dengan cahaya-Nya? Bagaimana kita dapat selalu menjaga cahaya tersebut?
Simak penjelasan lengkapnya bersama Ust. Muhammad Yasri pada Ngaji Bakda Shubuh : Al Hikam Ibnu Athoillah melalui video berikut
https://youtu.be/kP1pczmZXls[/vc_column_text][dot_embed_youtube youtube=”https://www.youtube.com/embed/kP1pczmZXls?si=WEg2tWzh_Z2E32Il” cover=”3021″][/vc_column][/vc_row]
Allah SWT menggambarkan kondisi neraka dengan sangat amat detail untuk memberi gambaran siksaan yang sangat amat pedih. Setiap bagian
Diantara jalan-jalan untuk mengenal Allah adalah melalui syukur terhadap nikmat. Sebab nikmat merupakan karunia Allah yang selalu ada dalam
Para ulama’ klasik sangat berpegang teguh terhadap pendapatnya karena dilandasi dengan ilmu yang kuat, sehingga sering terjadi perselisihan diantaranya.