[vc_row][vc_column][vc_column_text]Rasulullah mengisyaratkan tanda masuknya ibadah puasa wajib pada bulan Ramadhan dengan melakukan rukyah pada batas akhir bulan Sya’ban. Sehingga sebagian umat muslim diantara kita mrnjadikan cara tersebut hingga sekarang untuk menentukan awal puasa. Di sisi lain sebagian umat muslim yang lain menggunakan perhitungan hisab sebagai perhitungan awal puasa. Lantas bagaimana ijtihad para ulama tentang kedua pendapat tersebut? Apa hikmah perbedaan tersebut?
Simak penjelasan lengkapnya bersama KH. Ma’ruf Khozin pada Ngaji Bakda Shubuh : Shohih Bukhori melalui video berikut[/vc_column_text][dot_embed_youtube youtube=”https://www.youtube.com/embed/gXYsD76yIVA?si=BD5TLCbGeo4M-vg5″ cover=”1607″][/vc_column][/vc_row]
Allah SWT menggambarkan kondisi neraka dengan sangat amat detail untuk memberi gambaran siksaan yang sangat amat pedih. Setiap bagian
Diantara jalan-jalan untuk mengenal Allah adalah melalui syukur terhadap nikmat. Sebab nikmat merupakan karunia Allah yang selalu ada dalam
Para ulama’ klasik sangat berpegang teguh terhadap pendapatnya karena dilandasi dengan ilmu yang kuat, sehingga sering terjadi perselisihan diantaranya.