[vc_row][vc_column][vc_column_text]Seringkali kita salah kaprah dalam memaknai tawakkal. Ada yang memaknainya dengan menyerahkan segala urusan kepada Allah tanpa usaha sama sekali. Ada juga yang memaknainya dengan berusaha dengan sangat giat, tapi lupa memasrahkan hasilnya kepada Allah, atau meyakini ada hal lain selain Allah yang dapat mempengaruhi hasilnya. Lantas bagaimana memaknai tawakkal yang benar? Apakah cara kita bertawakkal selama ini sudah benar?
Simak penjelasan lengkapnya bersama Prof. Dr. Agus Zainal Arifin, S.Kom., M.Kom pada Ngaji Bakda Shubuh : Nashoihud Diniyyah melalui video berikut
https://youtube.com/live/ADesP77hS5M[/vc_column_text][dot_embed_youtube youtube=”https://www.youtube.com/embed/ADesP77hS5M?si=trxhHTEzShhlmt_m” cover=”2618″][/vc_column][/vc_row]
Allah SWT menggambarkan kondisi neraka dengan sangat amat detail untuk memberi gambaran siksaan yang sangat amat pedih. Setiap bagian
Diantara jalan-jalan untuk mengenal Allah adalah melalui syukur terhadap nikmat. Sebab nikmat merupakan karunia Allah yang selalu ada dalam
Para ulama’ klasik sangat berpegang teguh terhadap pendapatnya karena dilandasi dengan ilmu yang kuat, sehingga sering terjadi perselisihan diantaranya.