[vc_row][vc_column][vc_column_text]Ilmu pengetahuan atau sains dianggap menjadi sebuah kemajuan yang pesat terhadap kemanjuan manusia akhir-akhir ini. Sebab perkembangan dan manfaatnya begitu dirasakan di sekitar kita, mulai dari teknologi sederhana hingga teknologi yang kompleks. Namun hal ini justru bertentangan dengan agama, agama dianggap tidak relevan karena berkaitan dengan kepercayaan tanpa perlunya pembuktian. Sehingga muncullah pemikiran-pemikiran ekstrim yang menunjukkan seolah-olah sains menjadi ancaman bagi agama. Lantas apakah hal tersebut dapat dibenarkan? Bagaimana kita sebagai pribadi sains-religius dapat menanggapi hal tersebut?
Simak penjelasan lengkapnya bersama Prof. Agus Purwanto, D.Sc., pada Ngaji Bakda Dhuhur : Ayat-Ayat Semesta melalui video berikut
https://youtube.com/live/YsKC_mGTIjw[/vc_column_text][dot_embed_youtube youtube=”https://www.youtube.com/embed/YsKC_mGTIjw?si=WtAiAOIKXlAHZfRG” cover=”2140″][/vc_column][/vc_row]
Allah SWT menggambarkan kondisi neraka dengan sangat amat detail untuk memberi gambaran siksaan yang sangat amat pedih. Setiap bagian
Diantara jalan-jalan untuk mengenal Allah adalah melalui syukur terhadap nikmat. Sebab nikmat merupakan karunia Allah yang selalu ada dalam
Para ulama’ klasik sangat berpegang teguh terhadap pendapatnya karena dilandasi dengan ilmu yang kuat, sehingga sering terjadi perselisihan diantaranya.