[vc_row][vc_column][vc_column_text]Syahid merupakan keadaan yang paling ditunggu-tunggu oleh orang mukmin. Syahid dalam konteks masa kini tidak harus dengan mengangkat pedang, namun dapat bermakna meninggal dalam kondisi menegakkan ayat-ayat Allah dan memperjuangkan dengan perbuatan masing-masing dengan sekuat tenaga. Lantas bagaimana penjelasan tentang hikmah wafat dalam keadaan syahid? Bagaimana cara agar dapat wafat dalam keadaan syahid?
Simak penjelasan lengkapnya Prof. Dr. Agus Zainal Arifin, S.Kom., M.Kom. pada Ngaji Bakda Shubuh melalui video berikut
https://youtube.com/live/hcDqspEo8Z4[/vc_column_text][dot_embed_youtube youtube=”https://www.youtube.com/embed/hcDqspEo8Z4?si=cYFz1DnHX4pvS986″ cover=”1064″][/vc_column][/vc_row]
Allah SWT menggambarkan kondisi neraka dengan sangat amat detail untuk memberi gambaran siksaan yang sangat amat pedih. Setiap bagian
Diantara jalan-jalan untuk mengenal Allah adalah melalui syukur terhadap nikmat. Sebab nikmat merupakan karunia Allah yang selalu ada dalam
Para ulama’ klasik sangat berpegang teguh terhadap pendapatnya karena dilandasi dengan ilmu yang kuat, sehingga sering terjadi perselisihan diantaranya.