Kimia

Butuh Bantuan?

Silakan hubungi kami di sini:

Menguak Mekanisme Skala Atom dan Molekuler

Kimia adalah ilmu dasar yang mempelajari materi pada skala atom dan molekuler. Ilmu ini menguak lebih detil mengenai mekanisme molekuler yang mendasari aktivitas pada organisme hidup. Di abad ke-21, kimia menjadi jantung bagi kebanyakan industri. Di Departemen Kimia ITS, mahasiswa diajarkan untuk memahami konsep-konsep dasar ilmu kimia melalui perkuliahan dan pengalaman di laboratorium. Mahasiswa dibimbing untuk memperoleh pengetahuan mendalam tentang metodologi yang diperlukan dalam memecahkan permasalahan yang kompleks dan kemampuan mengartikulasi gagasan secara efektif kepada masyarakat ilmiah. Departemen Kimia ITS memiliki lima bidang unggulan yang menjadi dasar bagi pengembangan kurikulumnya, yang meliputi kimia anorganik, kimia organik, kimia fisik, kimia analitik, dan biokimia.

Saat ini, sebanyak 21 dari 35 dosen di Departemen Kimia ITS telah bergelar S3, dengan tujuh diantaranya adalah Profesor. Lalu empat belas dosen lainnya memiliki gelar S2. Komponen tenaga pengajar di Departemen Kimia ITS merupakan ilmuwan terkemuka di bidang Kimia, baik di tanah air maupun dunia internasional. Beberapa dosen berhasil memenangkan penghargaan bergengsi, seperti L’Oreal-UNESCO for Women in Science Awards 2013. Pada 2016, dosen Kimia ITS juga meraih prestasi sebagai Dosen Berprestasi 2 Tingkat ITS dan Ketua Program Studi Berprestasi 3 tingkat ITS. Bahkan salah satu dosen Kimia ITS menjadi satu-satunya dosen ITS yang memperoleh kehormatan menjadi fellow di Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI).

Mahasiswa di Departemen Kimia ITS juga terlibat aktif bersama dosen mendedikasikan diri untuk kepentingan riset dan pengembangan ilmu pengetahuan. Pada 2017, Departemen Kimia meloloskan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) terbanyak dari Fakultas Sains pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas). Dua di antaranya berhasil memperoleh medali perunggu. Penghargaan dalam dunia riset dan menulis ilmiah skala internasional juga sering diraih oleh mahasiswa Kimia ITS. Mahasiswa Departemen Kimia juga menjadi bagian dari tim periset dalam kontes mobil hemat energi berbahan bakar reaksi kimia, Spektronics, yang pada 2017 lalu berhasil meraih juara tingkat dunia dari American Chemical Society.

Alumni Departemen Kimia ITS tersebar tidak hanya menjadi peneliti di universitas, perusahaan, atau lembaga penelitian, melainkan juga menjadi wirausahawan berbasis sains hingga dunia komunikasi. Hampir 60 persen dari lulusan Kimia ITS bekerja pada bidang yang terkait dengan ilmu kimia. Sedangkan tiga dari 10 alumni Kimia ITS melanjutkan studi ke jenjang pascasarjana.

Program Studi Sarjana (S1)

Program studi sarjana di Departemen Kimia ITS ditempuh dalam waktu delapan semester atau empat tahun. Untuk memperoleh gelar sarjana, mahasiswa Departemen Kimia ITS perlu menyelesaikan 144 Satuan Kredit Semester (SKS) selama kuliah dan mengikuti ujian TOEFL dengan nilai minimum 477.

 

Program Studi Magister (S2)

Program studi magister di Departemen Kimia ITS ditempuh dalam waktu empat semester atau dua tahun dengan beban studi 36 Satuan Kredit Semester (SKS). Kegiatan akademik untuk program magister di Departemen Kimia ITS meliputi perkuliahan, kegiatan riset di laboratorium, diskusi dan seminar, serta penelitian tesis. Hampir seluruh penelitian mahasiswa magister di Departemen Kimia didukung dana dari dosen. Para dosen memperoleh hibah penelitian yang bersumber dari dalam maupun luar negeri. Bahkan sebagian penelitian juga dilakukan mahasiswa di luar negeri melalui program joint research atau research internship.

 

Program Studi Doktoral (S3)

Bagian pokok program studi doktoral di Departemen Kimia ITS pada dasarnya adalah kegiatan penelitian, yang memberikan sumbangan baru bagi pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. Pendidikan program doktor diawali dengan kegiatan perkuliahan, dan dilanjutkan dengan ujian kualifikasi sebelum penelitian untuk disertasi dilakukan.

Departemen Kimia ITS menjadi institusi pendidikan tinggi kimia pilihan dan terpercaya di Indonesia., dengan keunggulan tersendiri, terbukti memperoleh block grant Technogical Skill Development Sector Proyect Bath III dan Program Hibah Kompetisi Institusi. Kegiatan penelitian di Departemen Kimia ITS dilakukan pada lima laboratorium, sebagai berikut:

1. Laboratorium Kimia Material dan Energi

Penelitian pada laboratorium ini difokuskan pada bidang energi, yaitu meneliti efisiensi bahan bakar fosil dan mencari material pengganti bahan bakar fosil sebagai energi alternatif. Selain itu, para peneliti di laboratorium ini juga menginvestigasi bidang alutsista, material maju, dan material untuk infrastruktur dan kelestarian lingkungan.

2. Laboratorium Kimia Bahan Alam dan Sintesis

Bidang penelitian yang dilakukan pada laboratorium ini adalah investigasi senyawa bioaktif, pewangi dan perisa, serta material energetik.

3. Geokimia Molekuler

Para peneliti di laboatorium ini menginvestigasi penanda biologis untuk pencarian batu bara, pencairan (likuifikasi) batu bara, dan mengembangkan bahan bakar fosil organik.

4. Kimia Mikroorganisme

Kegiatan penelitian pada laboratorium ini diarahkan pada kajian pembuatan antibiotik, bioplastik, biosurfaktan, enzim, dan lipid.

5. Laboratorium Instrumentasi dan Sains Analitik

Laboratorium ini mengembangkan penelitian tentang biosensor, kemosensor, lingkungan, bahan makanan, serta energi, instrumentasi, dan korosi.

Departemen Kimia ITS telah menjalin kolaborasi dengan beberapa instansi, baik di dalam maupun di luar negeri. Di antaranya adalah mendapat kepercayaan dari Direktorat Pendidikan Menengah dan Kejuruan untuk meningkatkan stratafikasi widaswara, guru SMK, dan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan seluruh Indonesia dalam program magister kimia. Program kerja sama serupa juga terlaksana dengan Departemen Agama untuk guru-guru kimia dan dengan Direktorat Tenaga Kependidikan untuk dosen dan calon dosen dari daerah 3T (terluar, terdepan, dan tertinggal).

Departemen Kimia ITS juga menjalin kerja sama program double degree pascasarjana dengan beberapa universitas di luar negeri, seperti Department of Chemical Engineering, National Taiwan University of Science and Technology; Department of Food Engineering and Bioresources Technology, Asian Institute of Technology, Thailand; Chemical Transformations of Natural Resource, Université de Picardie Jules Verne; dan Université Paris-sud di Perancis.

Di bidang penelitian, Departemen Kimia ITS bekerja sama dengan lembaga penelitian dan universitas, seperti Advanced Membrane Technology Research Centre (AMTEC), Centre for Sustainable Nanomaterials (CS Nano) Universiti Teknologi Malaysia (UTM), dan Kumamoto University Jepang. Selain lembaga riset, Departemen Kimia ITS juga menjalin kerja sama dengan industri, seperti PT Pindad, PT Dahana, dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

Ingin Tahu Lebih Lanjut?

Pelajari lebih lanjut semua tentang Departemen Kimia ITS melalui website di bawah ini. Jawab rasa penasaran Anda mengenai visi dan misi, kurikulum, kelompok penelitian, laboratorium yang tersedia, daftar para dosen, dan informasi terbaru mengenai Departemen Kimia ITS.

Inovatif dan Kreatif untuk Pengembangan Kimia

Departemen Kimia mempunyai visi untuk menjadi pusat pembelajaran kimia yang menghasilkan lulusan berkualifikasi internasional sebagai agen pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Image
Image
Image
Image