Fisika

Butuh Bantuan?

Silakan hubungi kami di sini:

Menguak Hukum Dasar yang Mengendalikan Alam Semesta

Departemen Fisika ITS mempelajari hukum dasar pengendali alam semesta dan penerapannya dalam teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan umat manusia. Mahasiswa akan diajak untuk mengembangkan skill matematis, analitis, eksperimen di laboratorium, dan mengkomunikasikan penelitian ilmiah secara tertulis. Di departemen ini, mahasiswa akan memperoleh pemahaman secara kuantitatif dan konseptual dalam lima bidang utama yang menjadi keunggulan Fisika ITS, yaitu fisika material, geofisika, optoelektronika, fisika teori, dan instrumentasi.

Saat ini, Departemen Fisika ITS memiliki 36 pengajar tetap. Sebanyak enam diantaranya bergelar profesor dan sepuluh bergelar doktor. Pada 2012, sebanyak 13 dosen di Departemen Fisika ITS telah mengantongi sertifikasi tenaga pendidik dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Dosen-dosen di Departemen Fisika ITS juga banyak dipercaya menjadi konsultan di perusahaan atau lembaga pemerintahan dan pembicara tamu di berbagai perguruan tinggi. Salah satu guru besar di departemen ini pernah menjabat sebagai Rektor ITS ke-4 pada 1973-1982.

Selain memiliki kualitas akademik dan pengajar yang unggul, Departemen Fisika ITS juga memiliki mahasiswa yang mendedikasikan diri untuk kepentingan riset dan beberapa kali mengharumkan nama ITS, diantaranya meraih medali perak dan perunggu dalam Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (ON-MIPA) serta kompetisi penelitian, baik di tingkat nasional maupun internasional. Mahasiswa Fisika ITS juga memelopori berdirinya ITS Astronomy Club, sebuah komunitas yang mewadahi riset bagi pemerhati astronomi di ITS.

Para alumni Departemen Fisika ITS tidak hanya berkiprah menjadi fisikawan di lembaga penelitian, melainkan juga bidang karir yang memanfaatkan kemampuan berpikir kuantitatif dan analitis. Di antaranya adalah bidang teknik, pendidikan, kesehatan, dan kebijakan sains, baik di sektor pemerintahan maupun swasta. Berbagai keunggulan di atas menempatkan ITS menjadi lima besar perguruan tinggi terbaik di Indonesia bidang Fisika dan Astronomi berdasarkan pemeringkatan QS World University Ranking by Subject 2016.

Program Studi Sarjana (S1)

Program studi sarjana di Departemen Fisika ITS ditempuh dalam waktu delapan semester atau empat tahun. Untuk memperoleh gelar sarjana, mahasiswa Departemen Fisika ITS perlu menyelesaikan 144 Satuan Kredit Semester (SKS) selama kuliah dan mengikuti ujian TOEFL dengan nilai minimum 477.

 

Program Studi Magister (S2)

Program studi magister di Departemen Fisika ITS ditempuh dalam waktu empat semester atau dua tahun dengan beban studi 36 Satuan Kredit Semester (SKS). Kegiatan akademik untuk program magister di Departemen Fisika ITS meliputi perkuliahan, kegiatan riset di laboratorium, diskusi dan seminar, serta penelitian tesis.

 

Program Studi Doktoral (S3)

Bagian pokok program studi doktoral di Departemen Fisika ITS pada dasarnya adalah kegiatan penelitian yang memberikan sumbangan baru bagi pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. Pendidikan program doktor diawali dengan kegiatan perkuliahan, dan dilanjutkan dengan ujian kualifikasi sebelum penelitian untuk disertasi dilakukan.

Riset di Departemen Fisika ITS difokuskan pada empat bidang minat yang dimiliki, yaitu sebagai berikut.

1. Fisika Material

Mempelajari dan meneliti berbagai jenis material keramik, polimer, logam, semikonduktor, superkonduktor. Penelitian nanomaterial saat ini juga menjadi perhatian khusus di Departemen Fisika ITS. Penelitian-penelitian menyangkut sintesis, karakterisasi, teori dan permodelan. Kajian diarahkan untuk mengungkap variabel-variabel aplikasi seperti sifat listrik, magnet, mekanik, korosi dan akustik yang ditujukan untuk mendukung industri.

2. Fisika Bumi

Penerapan ilmu fisika dalam mempelajari gejala kebumian dan pemanfaatannya untuk pemetaan struktur alam dan batuan di bawah permukaan bumi. Gejala kebumian meliputi peristiwa alam yang dapat terjadi di bumi, laut dan atmosfer serta interaksinya terhadap kehidupan manusia. Struktur alam bawah permukiman sangat erat kaitannya dengan kepentingan eksplorasi bahan tambang (minyak, gas dan mineral) serta perencanaan konstruksi sipil. Struktur buatan bawah permukaan dapat dimanfaatkan untuk studi lingkungan maupun arkeologi.

3. Optoelektronika

Mempelajari dan meneliti piranti-piranti komunikasi optik (serat optik, dan divais fotonik) dan microwave (antenna mobile communication, portable-phone) baik secara eksperimen maupun analisis numerik dengan metode FD-BPM & FD-TD; serta Non Destructive Testing (NDT) dengan metode holografi dan ESPI.

4. Fisika Teori

Memahami, mempelajari dan mengungkapkan hukum fundamental di alam, secara spesifik tertarik pada penerapan teori medan kuantum pada fisika partikel dan isu aktual terkait.

5. Fisika Instrumentasi

Mempelajari, meneliti dan mengembangkan tentang sensor, pengukuran, dan akuisisi data baik analog maupun digital dan secara on line maupun real time. Objek sensor meliputi proses alam, proses kimia, dan yang berkaitan dengan besaran fisis lain. Pemodelan dan simulasi juga dikembangkan untuk perancangan sistem instrumentasi dan sistem kendali.

Departemen Fisika ITS telah banyak menjalin kolaborasi di bidang pendidikan dan penelitian dengan berbagai instansi baik di dalam maupun luar negeri. Di bidang pendidikan, Departemen Fisika ITS bekerja sama dengan Direktorat Pembinaan SMK dan Kementerian Agama untuk peningkatan latar belakang akademik bagi para guru fisika di SMK dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) hingga jenjang magister.

Di bidang penelitian, Departemen Fisika ITS telah mengadakan kerja sama dengan lembaga penelitian dan perguruan tinggi seperti Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjajaran, Universitas Lambung Mangkurat, dan Universitas Udayana. Sedangkan kerja sama dengan pihak industri di antaranya adalah Pertamina, Elnusa, Conocophillips, PT Semen Gresik, serta Balai Teknik Permukiman Jawa Timur.

Sedangkan di lingkup internasional, institusi yang menjadi partner kolaborasi Departemen Fisika ITS di antaranya adalah RIKEN Nishina Centre di Jepang, Curtin University of Technology di Australia, University of Karlsruhe di Jerman, Van der Wall – Zeeman Institute di Belanda, MESA+ Institute for Nanotechnology di Belanda, Superconductivity Engineering Material Research Laboratory di Jepang, dan Institute of Solid State Physics di Jepang.

Ingin Tahu Lebih Lanjut?

Pelajari lebih lanjut semua tentang Departemen Fisika ITS melalui website di bawah ini. Jawab rasa penasaran Anda mengenai visi dan misi, kurikulum, kelompok penelitian, laboratorium yang tersedia, daftar para dosen, dan informasi terbaru mengenai Departemen Fisika ITS.

Mengakomodasi Perkembangan Fisika dan Penerapannya

Departemen Fisika ITS memiliki visi untuk menjadi pusat pendidikan, penelitian, dan pengembangan Fisika serta penerapannya dalam teknologi baik di tingkat nasional maupun internasional.

Image
Image
Image
Image