GEMASTIK ITS Dorong Mahasiswa untuk Juara Umum Kembali

Terbit pada

Sabtu, 3 Oktober 2026

Oleh
mutiara
42

Suasana proses penilaian dan diskusi inovasi mahasiswa untuk ajang GEMASTIK tingkat ITS yang dilakukan oleh jajaran akademisi Departemen Teknologi Informasi ITS.

Surabaya, ITS News – Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat mendorong perguruan tinggi untuk terus melahirkan inovasi yang mampu menjawab berbagai tantangan di masyarakat. Hal tersebut turut menjadi perhatian dalam ajang Pagelaran Mahasiswa Nasional Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (GEMASTIK) yang menjadi wadah bagi mahasiswa Indonesia untuk mengembangkan kreativitas dan kompetensi di bidang teknologi informasi dan komunikasi.

Dalam rangka mendukung pengembangan inovasi mahasiswa melalui GEMASTIK, sejumlah akademisi turut hadir dan berdiskusi mengenai potensi pengembangan teknologi digital untuk memberikan solusi terhadap kebutuhan masyarakat. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ridho Rahman Hariadi, S.Kom., M.Sc., Irzal Ahmad Sabilla, S.Kom., M.Kom., Fuad Dary Rosyadi, S.Kom., M.Kom., Taufiq Choirul Amri, S.Tr.T., M.Kom., Gagatsatya Adiatmaja, S.T., M.Kom., serta Anas Machfudy Al Junaedi, S.T., M.T., M.Sc.

GEMASTIK tidak hanya menjadi kompetisi bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang untuk mendorong lahirnya gagasan dan solusi berbasis teknologi yang memiliki dampak nyata. Berbagai bidang yang dikembangkan dalam GEMASTIK dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan pemrograman, kecerdasan buatan, analisis data, keamanan siber, hingga pengembangan solusi digital yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Salah satu perhatian yang disampaikan Irzal Ahmad Sabilla, S.Kom., M.Kom. adalah pentingnya mengarahkan inovasi mahasiswa agar tidak berhenti pada pengembangan aplikasi semata, tetapi mampu menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat dan pemerintah daerah khususnya di bidang smartcity.

“Harapannya, inovasi yang lahir dari GEMASTIK tidak hanya berhenti sebagai sebuah prototipe atau aplikasi untuk kompetisi. Teknologi tersebut perlu diarahkan agar dapat menjawab permasalahan nyata di kota, misalnya melalui pemanfaatan data, kecerdasan buatan, Internet of Things, dan sistem informasi yang terintegrasi untuk mendukung pengambilan keputusan, serta berdampak kepada masyarakat luas” ujar Irzal.

Ia menambahkan bahwa pengembangan smart city membutuhkan ekosistem teknologi yang saling terhubung. Data dari berbagai sektor, seperti transportasi, kesehatan, pendidikan, lingkungan, hingga pelayanan publik, perlu dapat dimanfaatkan secara terpadu sehingga teknologi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Mahasiswa sedang mempresentasikan inovasi platform digitalnya di hadapan para dosen penilai dalam proses penilaian GEMASTIK tingkat ITS

“Smart city bukan hanya tentang membuat kota menjadi semakin modern, tetapi bagaimana teknologi dapat membuat pelayanan publik menjadi lebih efektif, keputusan menjadi lebih berbasis data, dan masyarakat memperoleh manfaat secara langsung. Sudah waktunya kita emas kembali, merebut medali yang seharusnya milik kita bersama” lanjutnya.

Semangat tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan teknologi dan inovasi digital yang mendukung pembangunan infrastruktur serta ekosistem inovasi yang berkelanjutan. Pengembangan solusi smart city juga memiliki keterkaitan dengan SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, terutama dalam mendorong terciptanya kota yang inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi.

Reporter: Balqis S. Sabillah

=================================================================

Informasi disediakan oleh :
Departemen Teknologi Informasi
Website: its.ac.id/it
Instagram: its_teknologi_informasi
Youtube: Teknologi Informasi ITS