Guru Besar Teknik Elektro ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng IPU sebagai narasumber dalam InPower Talk 2026
Guru Besar Teknik Elektro ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng IPU AEng saat memaparkan sumber energi nasional di InPower Talks 2026

Kampus ITS, ITS News — Sektor energi nasional terus menghadapi tantangan untuk mencapai transisi energi dan target Net Zero Emission (NZE) Indonesia pada 2060. Melihat rintangan tersebut, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menghadirkan InPower Talks 2026 sebagai ruang diskusi untuk menghadirkan inovasi transisi energi di Gedung Pascasarjana ITS, Jumat (16/10).

Guru Besar Departemen Teknik Elektro ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng IPU AEng menyoroti sumber energi bangsa yang masih tidak ramah lingkungan. Menurutnya, hingga saat ini teknologi kelistrikan dan elektronika masih memanfaatkan sumber daya alam (SDA) seperti bahan bakar fosil dan hasil tambang. “Tingginya produksi karbon dioksida dari aktivitas ini mendorong adanya transisi energi untuk mencapai target NZE Indonesia pada 2060 mendatang,” ungkapnya.  

Di sisi lain, laki-laki yang akrab disapa Ashari ini mengungkapkan bahwa perkembangan teknologi informasi terus dimanfaatkan untuk membantu menurunkan emisi karbon. Perkembangan teknologi ini turut mendukung perubahan kebiasaan menuju penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan. Namun, untuk mencapai target tersebut, terdapat tiga tantangan utama yang perlu dihadapi, yaitu diversifikasi sumber energi, percepatan penggunaan kendaraan listrik, dan dekarbonisasi industri.

Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng IPU dalam sesi tanya jawab InPower Talk 2026.
Guru Besar Teknik Elektro ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng IPU AEng saat menjawab pertanyaan peserta di sesi tanya jawab InPower Talks 2026

Pada aspek diversifikasi sumber energi, Ashari menyoroti rencana peningkatan kapasitas pembangkit listrik Indonesia dari 100 gigawatt pada 2026 menjadi 443 gigawatt pada 2060. Dalam hal tersebut, energi terbarukan seperti angin dan matahari ditargetkan menyumbang 40 persen total kapasitas pembangkit. “Pemanfaatan kedua sumber ini membutuhkan sistem penyimpanan dan pengelolaan listrik yang mumpuni untuk menjaga kestabilan pasokan energi,” tuturnya mengingatkan. 

Tantangan berikutnya adalah percepatan penggunaan kendaraan listrik. Rektor ITS 2019–2024 itu menjelaskan bahwa peralihan dari kendaraan berbahan bakar fosil menuju kendaraan listrik membutuhkan kesiapan pasokan listrik dan infrastruktur pengisian daya. Hal ini menunjukkan bahwa transisi energi tidak hanya membutuhkan perubahan sumber energi, tetapi juga pengembangan teknologi pendukung.

Ashari juga menyoroti dekarbonisasi industri sebagai salah satu tantangan dalam transisi energi. Ia mengungkapkan, sektor industri dapat mengurangi emisi karbon yang dihasilkan melalui pemanfaatan energi rendah emisi. Upaya ini dapat didukung dengan penggunaan listrik yang bersumber dari energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin.

(dari kiri) Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng IPU, Rektor ITS Prof (DR) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD, dan Dr Ir I Ketut Gunarta MT dalam acara peluncuran EVITS TS-1
Guru Besar Teknik Elektro ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng IPU AEng (kiri) dalam acara peluncuran sepeda motor listrik Electric Vehicle ITS (EVITS) TS-1 sebagai bentuk kontribusi ITS dalam transisi energi nasional

Berdasarkan tantangan tersebut, laki-laki berkacamata itu membeberkan ITS telah mengembangkan inovasi-inovasi yang mendukung transisi energi bangsa. Salah satunya adalah fasilitas demonstrasi energi terbarukan ITS yang memanfaatkan tenaga surya, biomassa, dan hidrogen. “Inovasi yang dikembangkan bukan hanya untuk sektor industri, tetapi juga harus dapat dimanfaatkan masyarakat,” tekannya.

Terakhir, Ashari mendorong kontribusi mahasiswa untuk memajukan Indonesia baik melalui peran langsung di masyarakat maupun inovasi yang bermanfaat. Peningkatan kesadaran akan transisi energi dan pengembangan inovasi yang sejalan ini turut mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs). Poin yang diraih meliputi poin ke-7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau serta poin ke-9 mengenai Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. (*)

 

Reporter: ION17
Redaktur: Ahmad Naufal Ilham

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *