Ir Bernardus Sudarman MM CRP (kanan) bersama Ir Sefi Novendra Patrialova SSi MT dalam forum Inpower Talks di Gedung Pascasarjana, ITS
Ir Bernardus Sudarman MM CRP (kanan) bersama Ir Sefi Novendra Patrialova SSi MT dalam forum Inpower Talks di Gedung Pascasarjana, ITS

Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bersama  PT PLN Indonesia Power (PLN IP) menggelar forum edukasi bertajuk Inpower Talks: Powering Ideas Empowering Future Leader, Jumat (16/10). Forum yang dihelat di Gedung Pasca Sarjana ITS ini bertujuan untuk mendorong kesiapan generasi muda menjadi pemimpin masa depan.

Direktur Utama PLN IP Ir Bernardus Sudarman MM CRP membagikan pengalamannya sejak pertama kali menginjakkan kaki di Kampus Perjuangan pada 1986. Ia menekankan pentingnya ketekunan dan keberanian mengambil peluang sejak masa perkuliahan. “Sukses itu bukan masalah kita sampai di mana, tetapi bagaimana kita menjalani prosesnya dengan bahagia,” tutur Bernardus.

Direktur Utama PLN Indonesia Power Ir Bernardus Sudarman MM CRP saat menjelaskan tentang kondisi industri kelistrikan saat ini
Direktur Utama PLN Indonesia Power Ir Bernardus Sudarman MM CRP saat menjelaskan tentang kondisi industri kelistrikan saat ini

Selain ketekunan, Alumnus Departemen Teknik Mesin ITS ini menjelaskankan pentingnya kemampuan  berpikir kritis dan kreatif di era perkembangan akal imitasi (AI) yang semakin pesat. Hal ini sejalan dengan perubahan kebutuhan kompetensi di tengah perkembangan teknologi. Menurutnya, generasi muda perlu mengembangkan kemampuan merumuskan pertanyaan yang tepat, bukan sekadar mencari jawaban instan.

Kemampuan tersebut menjadi sangat penting ketika generasi muda dihadapkan pada tantangan industri energi yang terus berkembang. Salah satu tantangan tersebut adalah meningkatnya kebutuhan listrik. “Untuk mengatasinya, PLN IP telah menyiapkan peta jalan transisi energi menuju Net Zero Emission pada 2060,” ungkap Bernardus. 

Strategi tersebut akan dilakukan secara terukur agar pasokan listrik tetap stabil, harganya terjangkau, dan lingkungan tetap terjaga. Bernardus menambahkan bahwa kepemimpinan di sektor energi tidak hanya membutuhkan pemahaman teknis, tetapi juga kemampuan berpikir strategis. “Kita harus berani mengambil peluang di tengah perubahan yang ada, “ pesannya.

Wakil Rektor IV ITS Prof Agus Muhammad Hatta SST MSi PhD saat menyampaikan sambutannya
Wakil Rektor IV ITS Prof Agus Muhammad Hatta SST MSi PhD saat menyampaikan sambutannya

Di sisi lain, Wakil Rektor IV ITS Prof Agus Muhammad Hatta SST MSi PhD menegaskan, seorang pemimpin perlu memastikan keadilan energi bagi seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, energi dan listrik tidak hanya sebagai komoditas komersial, tetapi juga kebutuhan dasar yang harus dapat diakses oleh setiap orang. “Negara harus hadir memastikan bahwa energi dan listrik adalah hak bagi setiap warga negara,” ujarnya.

Hatta juga menyatakan kesiapan ITS untuk memperkuat kolaborasi riset berkelanjutan bersama PLN IP melalui pemanfaatan fasilitas Renewable Energy Integration Demonstrator Indonesia (REIDI). Komitmen ITS ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-9 tentang industri, inovasi, dan infrastruktur. “Melalui kolaborasi ini mahasiswa ITS diharapkan menjadi profesional berdaya saing sekaligus future leaders bagi ketahanan energi nasional.” tutupnya penuh harap. (*)

Reporter: ION15
Redaktur: Khaila Bening Amanda Putri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *