Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali mencatatkan langkah besar dalam dunia riset internasional dengan memperkuat kemitraan strategisnya bersama National Taiwan University of Science and Technology (NTUST) untuk Tahun 2026. Melalui program Penelitian Kemitraan ini, ITS tidak hanya memperluas jangkauan penelitiannya, tetapi juga menciptakan peluang bagi para akademisi untuk berkolaborasi dalam inovasi teknologi yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi masyarakat global.
Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat ITS, Fadlilatul Taufany, S.T., Ph.D., mengungkapkan bahwa kemitraan ini merupakan langkah penting dalam memperkuat jejaring riset global ITS, serta mendorong inovasi berkelanjutan yang relevan dengan tantangan teknologi saat ini. “Kolaborasi ini membuka peluang pengembangan teknologi yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat global,” ujarnya.
Daftar nama di atas merupakan hasil rekomendasi yang akan ditetapkan melalui Surat Keputusan Rektor ITS. Dengan adanya program ini, ITS semakin memperkuat posisinya sebagai lembaga riset yang berkomitmen pada inovasi dan pengembangan teknologi yang berkelanjutan.
Lampiran:
Dalam rangka mendukung penguatan peran masyarakat sipil dalam mendorong kesetaraan dan pemberdayaan perempuan, Kedutaan Besar Austria di Jakarta membuka
alam rangka mendorong kontribusi akademisi dalam merespons isu-isu lingkungan dan sosial yang kompleks, Pulitzer Center membuka program Impact Seed
Dalam rangka mendukung pengembangan industri asuransi dan penjaminan di Indonesia, Indonesia Financial Group (IFG) melalui program IFG Progress membuka
Menindaklanjuti surat Direktorat Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan, Nomor 241/DST/C2/PP.01.07/2026 tanggal 11 April 2026 perihal Pengumuman Pembukaan Pendaftaran Peserta