Pada tanggal 30 november 2020, PDPM ITS melakukan kunjungan ke Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tulungagung. Tujuan kunjungan ini adalah memberikan presentasi penghitungan Indeks Pembangunan Masyarakat Kabupaten Tulungagung. Pemaparan kajian ini dihadiri oleh perwakilan pemerintah setempat dan para Organisasi Pemerintah Daerah (OPD). Sementara PDPM ITS diwakilkan oleh Pak Soedarso selaku wakil kepala PDPM dan Pak Imam Safawi, selaku tenaga ahli penyusun kegiatan Indeks Pembangunan Masyarakat (IPMas) Kabupaten Tulungagung tahun 2020.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dari perwakilan Pemerintah Kabupaten Tulungagung kemudian dilanjutkan dengan pemaparan hasil penghitungan Indeks Pembangunan Masyarakat tahun 2020 yang dilakukan oleh PDPM ITS. Selanjutnya diadakan tanya jawab antar peserta OPD dan tim dosen ITS. Diskusi berjalan dengan menarik dan efektif. Hasil kajian menunjukkan bahwa Indeks Pembangunan Masyarakat Kabupaten Tulungagung mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya begitupun dengan ketiga dimensinya dimensi Gotong Royong, dimensi Toleransi, dan dimensi Rasa Aman.
Menurut wakil kepala PDPM ITS, Dr. Soedarso, M.S, “Semakin tahun semakin berkembang kesadaran masyarakat kabupaten Tulungagung untuk bersikap gotong royong terhadap sesama. Hal ini dibuktikan dengan nilai dimensi gotong royong yang jauh di atas dimensi rasa aman”
Ke depannya baik Pemerintah Kabupaten Tulungagung maupun PDPM ITS selaku penyusun kajian IPMas tahun 2020 berharap bahwa penghitungan angka IPMas rutin dilakukan agar dapat dilihat perubahan keadaan sosial masyarakat, sehingga kebijakan yang diambil akan sesuai kondisi yang terjadi.
Sehubungan dengan pelaksanaan Program Post Doctoral dan Frontiers Dana HETI ADB ITS Tahun 2026, Direktorat Riset dan Pengabdian kepada
Menindaklanjuti surat Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Nomor 1741/C3/DT.05.00/2025 tanggal 14 Desember 2025 perihal Pengumuman Penerima Program Insentif
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) membuka Science and Technology Research Partnership for
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Ministry of Science and Technology (MOST) China kembali membuka kesempatan pendanaan riset