PEMANFAATAN LIMBAH FASHION SEBAGAI PRODUK HOME DECOR FAST FASHION

Industri fashion merupakan salah satu kunci pembangunan ekonomi, akibatnya industri fashion juga menyumbang porsi yang besar terhadap limbah dunia. Pasar di industri fashion terus berkembang serta dengan adanya fenomena fast fashion memberi konsumen lebih banyak pilihan, memungkinkan mereka membeli lebih banyak pakaian dengan harga terjangkau. Akibatnya, akumulasi limbah fashion terus meningkat. Fenomena fast fashion ini membutuhkan suatu sistem yang dapat menangani limbah tekstil yang dihasilkan. Salah satu caranya adalah dengan menerapkan konsep circular fashion yaitu memperpanjang usia produk, bahan baku, dan sumber daya yang ada agar dapat digunakan selama mungkin. Pada penelitian memakai limbah tekstil untuk 1 jenis kain pada 1 desain tas di Bayu Jahit, Surabaya adalah 500gr per bulannya. Sehingga dilakukan eksplorasi pengembangan material dari limbah yang terkumpul. Hasil dari pengembangan didapatkan data bahwa 10gr limbah dapat di daur ulang menjadi 400cm2 material kaku tipis <1mm bioplastik kentang dengan dengan Compressive strength sebesar 73.92 kg/mm2 dan Maximum Force 83.82 kg dengan sifat material transparan sehingga menjadi peluang pamanfaatan produk lampu yang tidak hanya
memenuhi kebutuhan akan pencahayaan pengguna namun memiliki value tersendiri yaitu dengan penambahan repurpose material limbah tekstil yang digunakan.

Persona yang digunakan juga merupakan seseorang environmental enthusiast, bergaya chic, menyukai warna vivid, dan sangat menyukai dekorasi ruangan sehingga pengembangan konsep desain yang dipakai adalah scanty memphis dan hasilnya adalah produk aur lights. Satu set seri lampu Auriga dapat mengolah 36,6gr limbah tekstil yang namanya diambil dari sebuah rasi bintang berbentuk siklus tertutup dan diharapkan dapat selaras dengan tujuan produk aur lights yaitu menciptakan sebuah sistem circular fashion.